LEBAK, BANPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, membangun sarana air bersih untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di daerah itu.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Suhendro di Lebak, Rabu, mengatakan pembangunan infrastruktur sarana air bersih tersebut dilaksanakan pada 16 desa di sejumlah kecamatan.
Pembangunan sarana air bersih itu bersumber dari mata air juga air bawah tanah, kata dia, dan nantinya bisa disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah masyarakat yang belum memilik sarana air bersih.
Masyarakat yang belum memiliki sarana air bersih, lanjut dia, rawan terserang penyakit menular, seperti diare dan gatal-gatal, sehingga menjadi penyumbang tingginya prevalensi stunting atau kekerdilan di wilayah itu.
Selama ini untuk keperluan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK ), kata dia, masyarakat memanfaatkan air sungai dengan kondisi tak layak konsumsi.
Oleh karena itu, lanjut dia, Pemkab Lebak membangun sarana air bersih dari alokasi DAK (Dana Alokasi Khusus) dan APBD Lebak 2025 sebesar Rp10 miliar.
“Kami berharap pelaksanaan pembangunan sarana air bersih berjalan lancar yang dikerjakan pihak ketiga melalui tender pelelangan,” katanya.
Ia menyebutkan pembangunan sarana air bersih di 16 desa tersebut antara lain Desa Cimarga, Desa Tambak, Desa Mekarmulya, Desa Sindangmulya, dan Desa Padasuka.
Selanjutnya , Desa Mekarsari, Desa Cibungur, Desa Peucang Pari, Desa Ciruji, Desa Gunungsari, Desa Cisampih, Desa Umbul Jaya, Desa Ciwaringin, Desa Keramat Jaya, Desa Karang Pamindangan dan Desa Maraya tersebar di 8 kecamatan.
Desa yang mendapatkan program pembangunan sarana air bersih itu, kata dia, berdasarkan hasil usulan kepala desa setempat, yang warganya kebanyakan dari keluarga miskin ekstrem.
“Kami minta warga menjaga dan memelihara sarana air bersih sehingga tidak mudah rusak,” katanya.
Sementara itu sejumlah warga Desa Umbul Jaya Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak merasa lega dan senang bila terealisasi pembangunan sarana air bersih. Sebab, masyarakat di sini kebanyakan untuk keperluan MCK menggunakan air sungai terdekat.
“Kami meyakini dengan ketersediaan pasokan sarana air bersih dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan bisa mengendalikan kemiskinan ekstrem,” kata Ujang, warga Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. (ANTARA)









Discussion about this post