SERANG, BANPOS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Muji Rohman, menegaskan agar rencana pinjaman yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk menunjang RPJMD jangan sampai menjadi beban negara di kemudian hari.
Muji meminta agar kalaupun utang tersebut benar akan dilakukan, maka harus terselesaikan selama periode kepemimpinan Walikota Serang, Budi Rustandi.
“Jangan sampai jadi beban negara, jadi jangan sampai melebihi periode beliau (Walikota) menjabat,” kata Muji kepada Wartawan, Sabtu (16/8).
Muji memaparkan, kalaupun rencana pinjaman tersebut disetujui oleh Pemerintah Pusat, maka harus digunakan untuk sektor yang dapat menunjang ekonomi daerah.
“Kalaupun disetujui dalam hal ini oleh Kemendagri dan Kementerian Keuangan, maka digunakan untuk yang menunjang. Artinya perputaran daripada ekonomi pasar. Tapi kalau infrastruktur jalan segala, lebih baik jangan,” tegasnya.
Politisi Golkar ini menilai bahwa urgensi revitalisasi pasar di Kota Serang tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek.
“Kalau melihat daripada umur, umur itu memang urgent banget. Karena dibangun kalau nggak salah di 2004 ya, zaman Presidennya Ibu Megawati kan. Ini sudah berarti hampir 21 tahun. Artinya memang umur daripada bahan bangunan, daripada beton, kemudian besi, memang itu harus direvitalisasi,” paparnya.
Muji mengaku hingga saat ini pihaknya belum dilibatkan dalam pengajuan rencana peminjaman tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pihaknya telah menyarankan alternatif lain kepada pihak Pemkot Serang.
“Kami meminta kepada Walikota untuk BOT (Build Operate Transfer), artinya kerjasama dengan pihak ketiga untuk dibangun dan kemudian adapun pembagiannya silahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya. (*)






Discussion about this post