CILEGON, BANPOS – Peresmian dapur MBG Sentra Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG) Asas Sports Center di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa (19/8), membawa angin segar bukan hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi serapan tenaga kerja.
Ketua Yayasan Nurani Du’afa Indonesia, Irfan Ali Hakim, menyebut keberadaan tiga dapur MBG langsung menyerap sedikitnya 150 relawan.
Setiap dapur diperkuat oleh sekitar 50 orang tenaga muda, ditambah perwakilan BGN yang bertugas sebagai kepala dapur, akuntan, serta ahli gizi.
“Harapan kami, dapur MBG ini mampu menyerap tenaga kerja, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk anak-anak muda. Sebagian besar yang bergabung adalah generasi produktif dan siap menjalankan tugas dengan baik,” ujar Irfan dalam sambutannya.
Menurut data yang diterima yayasan, dapur MBG ini akan melayani lebih dari 15 ribu siswa mulai tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA di Kecamatan Jombang.
Setiap dapur ditargetkan bisa menyediakan makanan bergizi gratis untuk sekitar 3.000 orang setiap harinya.
Walikota Cilegon, Robinsar, yang hadir langsung dalam peresmian itu, mengapresiasi langkah Yayasan Nurani Du’afa Indonesia yang berinisiatif mendukung program makan bergizi gratis Presiden Prabowo.
Ia menegaskan, selain memastikan pemenuhan gizi anak sekolah, program ini juga membuka lapangan kerja baru.
“Per dapur ada 50 orang, dikali tiga jadi 150 orang. Luar biasa. Program Presiden Prabowo bukan hanya memberi makan gratis, tapi juga mengurangi pengangguran,” kata Robinsar.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Cilegon siap mendukung penuh keberlangsungan SPPG, termasuk rencana pembangunan lima dapur di wilayah setempat.
“Targetnya bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi juga balita dan masyarakat yang membutuhkan. Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo menyiapkan generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Dengan keberadaan dapur MBG ini, masyarakat Cilegon diharapkan tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dari terbukanya kesempatan kerja baru yang produktif bagi anak-anak muda daerah. (*)



Discussion about this post