SERANG, BANPOS – Belum genap satu tahun masa kepemimpinannya, Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, sudah mulai mempromosikan diri untuk bisa memimpin Provinsi Banten yang berjuluk Provinsi Jawara di periode berikutnya.
Hal itu disampaikan Dimyati di tengah sambutannya dalam acara Koordinasi dan Konsolidasi bersama Pemda/Pemprov, Sosialisasi Antikorupsi pengenalan Forum PAKSI Daerah di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KP3B, Kamis, (14/8).
“Maka membangun kepercayaan publik itu sangat penting. Sehingga kalau saudara-saudara sekalian bagus, kepercayaan publik bagus, terutama terhadap Andra-Dimyati, kalau mau 2 periode, udah itu aja yang menang, tepuk tangan,” kata Dimyati yang merupakan mantan Bupati Pandeglang dua periode.
Dalam sambutannya itu, Dimyati mengatakan jika dirinya dipercaya masyarakat untuk dapat kembali memimpin Banten.
Maka, dirinya tinggal berfokus turun ke masyarakat tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk membeli atribut-atribut kampanye salah satunya yakni membeli jaket.
“Makanya ini nanti banyak efeknya, nggak perlu lagi biaya mahal, nggak perlu lagi kasih jaket-jaket. Sudah turun aja ke masyarakat,” sambungnya dalam paparannya.
Hal itu pun menuai tanggapan dari Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Usep Saepul Ahyar. Ia mengatakan jika adanya pengharapan Dimyati untuk dapat dipilih memimpin di periode berikutnya merupakan hal yang wajar.
Kendati demikian menurutnya, ungkapan yang disampaikan saat ini masih terlalu dini.
Usep juga menegaskan, sebagai pemimpin Banten saat ini, Dimyati diharap untuk dapat lebih fokus pada kinerjanya dalam masa jabatan yang baru menginjak tahun pertama.
“Hal biasa ketika dia (Dimyati Natakusumah, red) pengen 2 periode. Tapi ya saya kira, fokus kerja dulu buat masyarakat. Ini kan baru ya, baru berapa bulan (menjabat, red) Pak Andra-Dimyati menjabat? Kan belum setahun,” katanya.
“Kalau sekarang, ya terlalu kepagian lah ya,” tambahnya.
Menurutnya, Dimyati jangan terlalu menonjolkan keinginannya untuk meneruskan kepemimpinannya di periode selanjutnya kepada masyarakat umum.
Sebab, hal itu dapat berakibat pada jenuhnya masyarakat kepadanya karena selalu disuguhi hal-hal yang berbau politik.
“Bahwa dia (Dimyati Natakusumah, red) menginginkan itu (menjabat 2 periode, red) sah aja, namanya politisi. Tapi jangan terlalu vulgar juga dibilang-bilang ke masyarakat. Biar masyarakat nggak muak gitu ngomong politik mulu, yang diomongin itu harusnya kinerja gitu. Apa yang dikerjakan untuk rakyat? Apa yang bisa diberikan untuk rakyat? Kalau dia (Dimyati Natakusumah red) kerjanya bagus, ya otomatis lah rakyat juga akan memilih yang baik,” tegasnya. (*)

Discussion about this post