Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bikin Rusak Ruang Demokrasi, Rektor Paramadina Ingatkan Bahaya Buzzer

by Diebaj Ghuroofie
Agustus 18, 2025
in PERISTIWA
Bikin Rusak Ruang Demokrasi, Rektor Paramadina Ingatkan Bahaya Buzzer

JAKARTA, BANPOS – Ruang publik politik di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang serius, seiring makin berkeliarannya buzzer dan relawan yang bekerja di luar sistem formal demokrasi.

Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa kerusakan demokrasi ini dapat dipahami melalui teori ‘Tragedy of the Commons’.

Baca Juga

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Februari 3, 2026
Gerindra Cilegon Bedah Rumah Janda Tanpa WC

Gerindra Cilegon Bedah Rumah Janda Tanpa WC

Januari 31, 2026
Prabowo-Sufmi  Bertemu Lagi Di Istana, Bahas Bencana Dan Ekonomi

Prabowo-Sufmi Bertemu Lagi Di Istana, Bahas Bencana Dan Ekonomi

Desember 16, 2025
PRIMA Apresiasi Teguran Presiden kepada Kepala Daerah yang Absen Saat Bencana

PRIMA Apresiasi Teguran Presiden kepada Kepala Daerah yang Absen Saat Bencana

Desember 9, 2025

Dalam teori itu disebutkan bahwa jika ruang publik yang bersifat fisik atau common property dikonsumsi atau dipakai secara tidak terbatas, maka ruang publik tersebut akan rusak dan hancur.

Menurutnya, fenomena serupa kini terjadi pada ruang publik yang bersifat intangible, yaitu demokrasi dan arus informasi.

“Arus informasi yang super cepat masuk ke dalam sistem politik dan demokrasi mengakibatkan sistem demokrasi mengalami kelelahan yang hebat dan kerusakan yang kritis,” ujarnya.

Ia menuturkan, fungsi check and balances menjadi rusak dan artificial karena aspirasi tidak lagi datang dari hati nurani, tetapi dibuat oleh mesin bot yang diciptakan gerombolan buzzer politik.

Kerusakan demokrasi ini menurutnya, semakin parah selama satu dekade terakhir.

“Selama 10 tahun ini, teknologi AI ini secara sengaja dan sistematis dipakai oleh negara untuk kepentingan politik yang sempit untuk membungkam demokrasi melalui buzzer-buzzer dan relawan,” tambahnya.

Kondisi ini juga menjadi perhatian Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang beberapa hari lalu menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.

Megawati menyatakan bahwa dirinya meminta kepada Prabowo, untuk membuang buzzer-buzzer yang hanya menimbulkan perpecahan bangsa.

Menurut Didik, pesan Megawati tersebut sangat relevan untuk menyelamatkan demokrasi dari kerusakan lebih lanjut.

“Media sosial yang dipakai secara liar dan tanpa aturan oleh negara adalah bencana bagi kehidupan politik. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang cepat tidak bisa dibiarkan melenggang tanpa norma, aturan main dan regulasi yang tepat,” terangnya.

Oleh karena itu, Universitas Paramadina mendorong agar pemerintah segera menyusun regulasi yang adil dan kolektif untuk menjaga ruang publik demokrasi.

“Anjuran Megawati sebagai politisi senior perlu diindahkan agar tidak ada lagi buzzer yang merusak demokrasi,” tandasnya. (*)

Tags: buzzer politikDemokrasiDidik J. Rachbinikebebasan berpendapatMegawati SoekarnoputriPolitik IndonesiaPrabowo Subiantoregulasi media sosialRuang PublikUniversitas Paramadina
ShareTweetSend

Berita Terkait

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025
PENDIDIKAN

Universitas Paramadina Umumkan Pemenang Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Februari 3, 2026
Gerindra Cilegon Bedah Rumah Janda Tanpa WC
KESRA

Gerindra Cilegon Bedah Rumah Janda Tanpa WC

Januari 31, 2026
Prabowo-Sufmi  Bertemu Lagi Di Istana, Bahas Bencana Dan Ekonomi
NASIONAL

Prabowo-Sufmi Bertemu Lagi Di Istana, Bahas Bencana Dan Ekonomi

Desember 16, 2025
PRIMA Apresiasi Teguran Presiden kepada Kepala Daerah yang Absen Saat Bencana
NASIONAL

PRIMA Apresiasi Teguran Presiden kepada Kepala Daerah yang Absen Saat Bencana

Desember 9, 2025
Presiden Indonesia Janji Perbaiki Sawah dan Hapus Utang Petani Saat Tinjau Lokasi Banjir Aceh
INTERNASIONAL

Presiden Indonesia Janji Perbaiki Sawah dan Hapus Utang Petani Saat Tinjau Lokasi Banjir Aceh

Desember 8, 2025
Sufmi Dasco Temui Prabowo 3 Kali dalam Seminggu Ini
NASIONAL

Sufmi Dasco Temui Prabowo 3 Kali dalam Seminggu Ini

November 24, 2025
Next Post
Semarakkan HUT RI, Puskesmas Unyur Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Semarakkan HUT RI, Puskesmas Unyur Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh