Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Komisi II DPR Minta Pemda Perkuat Kemandirian Fiskal Berkaca Dari Pati

by Tim Redaksi
Agustus 14, 2025
in POLITIK
Komisi II DPR Minta Pemda Perkuat Kemandirian Fiskal Berkaca Dari Pati

Arsip foto- Massa membakar mobil polisi saat berunjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Unjuk rasa yang berakhir ricuh itu karena massa kecewa dan menilai tuntutan mereka agar Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya tidak segera dipenuhi. ANTARA FOTO/Aji Styawan/nym.

JAKARTA, BANPOS – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda meminta pemerintah daerah memperkuat kemandirian fiskal daerah berkaca dari kasus unjuk rasa di Pati yang berawal dari rencana Bupati Pati Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

“Apa yang terjadi di Pati sesungguhnya bisa dilihat dari beberapa perspektif. Perspektif yang pertama adalah bahwa kemandirian fiskal pendapatan asli daerah di hampir semua provinsi, kabupaten, kota di Indonesia itu cukup rendah. Mereka bergantung sangat tinggi kepada transfer dana pusat ke daerah, yaitu transfer APBN ke daerah,” kata Rifqinizamy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Baca Juga

Bom Waktu Kepunahan Tenggang Rasa Kita

Bom Waktu Kepunahan Tenggang Rasa Kita

September 3, 2025
Komisi II DPR Minta Pejabat Perbaiki Komunikasi Soal Isu Sensitif

Komisi II DPR Minta Pejabat Perbaiki Komunikasi Soal Isu Sensitif

Agustus 14, 2025
Dari Yuridis hingga Historis, Gugusan Pulau di Teluk Banten Emang Punya Kabupaten Serang

Dari Yuridis hingga Historis, Gugusan Pulau di Teluk Banten Emang Punya Kabupaten Serang

Agustus 11, 2025
Kontribusi BUMD Bagi Pembangunan Daerah

Kontribusi BUMD Bagi Pembangunan Daerah

Juli 15, 2025

Menurutnya, sejumlah pemerintahan daerah kini mulai berbenah untuk meningkatkan PAD masing-masing setelah pemerintah pusat melakukan efisiensi dan fokus pada program-program strategis.

“Ketika APBN dilakukan efisiensi dan refocusing untuk program-program strategis pemerintah maka daerah gelagapan. Karena itu beberapa kepala daerah berinisiatif meningkatkan pajak-pajak daerah untuk kemudian meningkatkan pendapatan asli daerahnya,” ujarnya.

Efesiensi tersebut direspons pemda dengan kebijakan untuk mendongkrak PAD, namun kebijakan berdampak langsung terhadap masyarakat tersebut kerap tidak populer dan berujung dengan banyaknya kritik atas kebijakan tersebut.

“Problem ini menjadi sengkarut karena masalah ekonomi daerah, ekonomi regional bahkan ekonomi nasional kita itu kan pada posisi yang sedang tinggi dinamikanya dan tidak baik-baik saja, karena itu kebijakan ini tidak populer di masyarakat yang cenderung mendapat kritik oleh publik,” tuturnya.

Oleh karena itu, Rifqinizamy meminta para pejabat publik dan untuk bijak dalam mengomunikasikan kebijakan yang bersentuhan dengan isu yang sensitif di tengah masyarakat.

“Menurut pandangan saya memang pada akhirnya pejabat publik dituntut untuk mampu banyak menahan diri terkait dengan hal-hal yang sangat sensitif terhadap rakyat. Kasus di Pati ini adalah hikmah dan pelajaran bagi kita bersama untuk melihat bagaimana hubungan antara kepala daerah dengan rakyat terutama itu sesungguhnya tidak boleh berjarak,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo mengakui kejadian tersebut menjadi proses pembelajaran berharga baginya, mengingat dirinya baru beberapa bulan menjabat.

“Tentu ada kekurangan yang harus dibenahi ke depan. Saya akan memperbaiki segala sesuatunya,” ujar Sudewo.

Untuk diketahui, seratusan ribu orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memenuhi jalanan di depan Kantor Bupati Pati, Pati, Jawa Tengah, Rabu, untuk berunjuk rasa menuntut Sudewo mundur.

Aksi itu kemudian berujung ricuh terutama saat Bupati Sudewo muncul di tengah-tengah massa dan hendak mendengarkan aspirasi demonstran.

Akan tetapi, kehadiran Sudewo kemudian memicu kemarahan publik terlihat dari aksi lemparan sandal dan botol plastik air minum kemasan ke arah Sudewo. Kepolisian kemudian membubarkan aksi unjuk rasa tersebut, dan menangkap 11 demonstran yang diyakini berlaku sebagai provokator. (ANTARA)

Tags: DPR RI Rifqinizamy KarsayudaPADSudewo
ShareTweetSend

Berita Terkait

Bom Waktu Kepunahan Tenggang Rasa Kita
VOX POPULI

Bom Waktu Kepunahan Tenggang Rasa Kita

September 3, 2025
Komisi II DPR Minta Pejabat Perbaiki Komunikasi Soal Isu Sensitif
POLITIK

Komisi II DPR Minta Pejabat Perbaiki Komunikasi Soal Isu Sensitif

Agustus 14, 2025
Dari Yuridis hingga Historis, Gugusan Pulau di Teluk Banten Emang Punya Kabupaten Serang
PEMERINTAHAN

Dari Yuridis hingga Historis, Gugusan Pulau di Teluk Banten Emang Punya Kabupaten Serang

Agustus 11, 2025
Kontribusi BUMD Bagi Pembangunan Daerah
NASIONAL

Kontribusi BUMD Bagi Pembangunan Daerah

Juli 15, 2025
Wali Kota Serang targetkan Pendapatan Asli Daerah Rp600 miliar di tahun 2026
EKONOMI

Wali Kota Serang targetkan Pendapatan Asli Daerah Rp600 miliar di tahun 2026

Juli 9, 2025
Kepala Bagian Organisasi pada Setda Kota Cilegon, Noviyogi Hermawan. LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS
PEMERINTAHAN

Pemkot Cilegon Terus Godok Rencana Pembentukan Bapenda

Juli 3, 2024
Next Post
Putra Denny Cagur Dikukuhkan Jadi Paskibraka Banten HUT Ke-80 RI

Putra Denny Cagur Dikukuhkan Jadi Paskibraka Banten HUT Ke-80 RI

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh