SERANG, BANPOS – Ratusan ribu keluarga di Kota Serang tercatat masuk dalam kategori fakir miskin.
Kondisi itu menandakan bahwa masih banyak warga di Kota Serang belum benar-benar sejahtera.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul ‘Kota Serang Dalam Angka Tahun 2025’ jumlah keluarga fakir miskin di Kota Serang pada tahun 2024 tercatat sebanyak 202.460 keluarga.
Data itu bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Dimana pada tahun 2022, jumlah keluarga fakir miskin di Kota Serang tercatat ada sebanyak 163.916 keluarga. Sedangkan tahun 2023 datanya tidak diketahui.
Menanggapi hal tersebut Walikota Serang, Budi Rustandi, menjelaskan pangkal persoalan kemiskinan bisa terjadi disebabkan karena minimnya lapangan pekerjaan di Kota Serang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut Budi mengaku telah menyiapkan beberapa langkah intervensi.
Pertama, dengan menggencarkan penyelenggaraan acara besar di Kota Serang.
Budi berharap dengan menggencarkan penyelenggaraan acara-acara besar dapat menstimulasi geliat pertumbuhan ekonomi di Kota Serang.
“Makanya nanti di Kota Serang ini akan banyak mengadakan event untuk meningkatkan ekonomi,” ujarnya kepada BANPOS pada Selasa (12/8).
Selain itu upaya lainnya adalah dengan mengundang para investor untuk berinvestasi di Kota Serang.
Budi berharap, dengan tingginya pertumbuhan investasi dapat sejalan dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka bagi warga Kota Serang.
“Termasuk saya akan gencar mencari para investor untuk masuk ke Kota Serang,” ucapnya menambahkan.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, M Ibra Gholibi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program untuk mengintervensi persoalan kemiskinan di Kota Serang.
Selain menyalurkan program pemerintah pusat berupa bantuan sosial (bansos) dan program keluarga harapan, Pemerintah Kota Serang juga menyalurkan program pemberdayaan ekonomi berupa kelompok usaha bersama bagi keluarga fakir miskin.
Dalam pelaksanaannya, Ibra menjelaskan, Dinsos Kota Serang turut melibatkan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) untuk memberikan pendampingan terhadap kelompok yang dibentuk.
Kemudian selanjutnya, dalam satu kelompok yang dibentuk terdiri dari 10–20 anggota.
Setiap kelompok kemudian diberikan bantuan modal berupa uang tunai sebesar Rp20 juta untuk menjalankan usaha.
“Dalam bentuk bantuan modal uang sebesar Rp20 juta per kelompok,” ujarnya.
Selain program pemberdayaan ekonomi, kata Ibra, program Sekolah Rakyat juga bisa menjadi salah satu upaya intervensi untuk mengatasi persoalan kemiskinan di Kota Serang.
“Termasuk sekolah rakyat juga. Nah ini berbagai macam upaya dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan,” tandasnya. (*)






Discussion about this post