LEBAK, BANPOS – Pemerintah Kabupaten Lebak Banten kembali meminta masyarakat di daerahnya agar mengampanyekan gerakan gemar makan ikan untuk pencegahan stunting atau kekerdilan pada anak-anak.
“Kami berharap masyarakat agar membudayakan gerakan gemar mengonsumsi ikan, terutama anak-anak dan ibu hamil,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Banten, Rabu (13/8/2025).
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong masyarakat untuk dapat membudayakan gerakan gemar mengonsumsi ikan menjadi kebiasaan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang berkualitas dan menurunkan angka stunting.
Kampanye gerakan masyarakat mengonsumsi ikan, katanya, selain menyehatkan juga memiliki kandungan omega tiga, protein, dan gizi yang berdampak baik bagi pertumbuhan maupun kesehatan anak serta dapat mencerdaskan otak.
Dengan demikian, pihaknya menyerahkan bantuan kepada 50 bayi usia dua tahun (baduta) berisiko stunting berupa paket ikan segar dan olahan ikan dari Dinas Perikanan, vitamin perlebahan Honey Bee Pollen, dan Bee Bublegum dari PT Harmoni Dinamik Indonesia (HDI).
Selain itu juga bantuan nutrisi berupa makanan tambahan bagi baduta tidak naik berat badan bersumber Program Jumat seribu rupiah ( Jumat Serius) melalui tim dapur sehat (Dahsat) untuk selama 14 hari pasca-edukasi pengolahan pangan lokal.
Selain itu juga Chef Profesional dari APJI Lebak kepada Tim Dashat dan Keluarga Beresiko Stunting (KRS) mengedukasi kepada masyarakat untuk pengolahan pangan lokal mulai pemilihan bahan, mencuci dan memotong, memasak dan menyajikan.
Selain itu juga mengelola limbah sisa pangan agar mendapat manfaat maksimal dari setiap bahan pangan.
“Kami meyakini dengan pengelolaan pangan yang baik dan gerakan gemar mengonsumsi ikan dipastikan dapat mencegah stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan kampanye dan mensysialisasikan ke berbagai elemen masyarakat untuk membudayakan gerakan gemar mengonsumsi ikan.
Pengoptimalan kampanye dan sosialisasi untuk memberikan edukasi pada masyarakat bahwa pentingnya makan ikan, sehingga dapat menurunkan kasus stunting maupun gizi buruk.
“Kita produksi ikan lokal cukup untuk mendorong budaya mengonsumsi ikan dan berdampak positif terhadap kesehatan dan kecerdasan anak,” katanya.(ANTARA)




Discussion about this post