SERANG, BANPOS – Legislator Banten asal PDIP, Yeremia Mendrofa, mendorong agar adanya upaya dalam penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan Pemprov Banten, dalam hal ini Inspektorat Provinsi Banten.
Yeremia juga mengatakan, Inspektorat memiliki peran penting dalam memastikan bahwa perencanaan program dan penggunaan anggaran sesuai aturan sejak tahap awal. Tidak ada praktik-praktik penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.
“Tentu kami mendukung upaya dan aksi pencegahan Korupsi di wilayah Banten, salah satunya dengan penguatan pengawasan melalui APIP,” kata Yeremia usai menghadiri acara penandatanganan komitmen antikorupsi di ruang paripurna DPRD Banten, Selasa (12/8).
Dirinya mengatakan, penandatanganan komitmen antikorupsi ini merupakan bagian dalam menjalin sinegritas KPK dengan DPRD Banten guna pencegahan korupsi di Tanah Jawara ini.
Pencegahan, kata dia, diawali dengan menjalankan fungsi DPRD sebagai lembaga legislatif yang mengawasi proses pengangaran dengan memastikan program APBD dikelola dengan optimal, dan menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Bukan kepada kelompok orang tertentu.
Politisi PDIP ini dengan tegas menyatakan bahwa tindakan korupsi baik gratifikasi, suap maupun pemerasan sangat berimpilikasi buruk pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Korupsi, suap, gratifikasi itu hanya buat masyarakat sengsara. Karena praktik itu akan membuat anggaran yang semestinya untuk rakyat dan pembangunan tapi hanya untuk segelintir, sekelompok bahkan untuk kepentingan perorangan,” ungkapnya.
Dirinya mendorong adanya upaya dan aksi pencegahan baik melalui sosialisasi, pendidikan, kampanye anti korupsi di semua lini mulai dari lingkungan sekolah-sekolah. Ia memandang, sikap anti korupsi harus ditanamkan sejak usia dini.
“Sikap anti korupsi, dan berintegritas harus kita tanamkan dalam dalam baik di lingkungan keluarga, masyarakat, pelaku usaha, pelayanan publik, setiap insan di Pemerintahan apalagi yang berkencimpung dalam perencanaan anggaran, pelaksana di pengadaan barang dan jasa, pengambil keputusan,” tuturnya.
Ia berharap upaya dan aksi pencegahan korupsi dapat dilakukan secara berkelanjutan, berulang dan masif sehingga korupsi bisa dicegah sedini mungkin.
“Karena kita sebagai manusia punya sifat khilaf yang mesti terus dan terus diingatkan, sehingga intergritas semakin tinggi dan antikorupsi menjadi budaya,” tandasnya. (*)







Discussion about this post