CILEGON, BANPOS – Hanggar Barat Pasar Kranggot yang disiapkan Pemerintah Kota Cilegon untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) hasil penertiban hingga kini belum diminati.
Para pedagang menilai lokasi tersebut kurang strategis untuk berjualan.
Hasil pantauan di lapangan, lokasi Hanggar Barat masih kosong.

Suasana di sekitar hanggar pun tergolong sepi pengunjung.
Salah satu penjual di Hanggar Barat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa ukuran tempat yang sempit menjadi salah satu alasan pedagang enggan pindah dan berjualan.
“Orang pada disuruh masuk pada nggak mau, kekecilan tempatnya. Udah disuruh pindah, tiap hari, nggak ada pembeli juga ke sini. Orang di jalan aja udah sepi, kalau di sini siapa yang mau beli? Yang pada jualan akhirnya pada tetap di pinggir jalan (beda jalan). Di sini (hanggar lokasi) untuk berdua, bukan satu orang, kekecilan,” katanya, Selasa (12/8).
Ia menambahkan, lokasi Hanggar Barat dinilai tidak mendukung aktivitas berdagang karena minim fasilitas serta tidak nyaman untuk para pembeli, mengingat lokasinya terbilang sempit.
“Di dekat sampah juga tempat sementara buat penjual yang sebelumnya di pintu masuk pasar, sudah ditempatin, tapi yang di sini pada nggak mau,” tuturnya.
“Terus di sini nggak ada kamar mandi, jadi pada nggak mau, susah kencingnya. Nggak bisa tidur juga, nggak tertutup. Tetep nggak ada yang mau, mau disuruh apa pun, pada nggak mau ke sini. Kalau di sini mah tempatnya justru anak punk,” lanjutnya.
Salah seorang pedagang lainnya, Hanum, yang berjualan di Hanggar Barat juga mengaku belum pernah melihat ada pedagang yang sebelumnya ditertibkan di akses jalan Pasar Kranggot pindah ke lokasi tersebut.
“Iya sejauh ini masih kosong, dari dulu juga udah kosong. Infonya kan memang disuruh pindah, tapi sampai sekarang saya nggak lihat ada pedagang yang di depan pindah ke sini,” tuturnya.
Alasan lain, kata dia, kemungkinan besar karena luas lokasi untuk masing-masing pedagang tergolong sempit, hanya sekitar satu meter ruang untuk berjualan.
“Ukuran cuma 1 meteran untuk berjualan, kecil, mungkin itu sebabnya juga pedagang nggak mau di sini,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hanggar Barat merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Cilegon untuk merelokasi PKL dari akses masuk dan keluar Pasar Kranggot.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kesan pasar yang lebih rapi dan tertib. Namun, hingga kini, lokasi tersebut belum terisi sesuai harapan.
Adapun relokasi terhadap para PKL yang berjualan di badan jalan sekitar Pasar Kranggot, Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.
Ini merupakan salah satu kebijakan yang disampaikan langsung oleh Walikota Cilegon, Robinsar, saat meninjau Pasar Kranggot, Minggu (20/4).
Dari hasil tinjauan tersebut, Walikota menemukan berbagai permasalahan yang membutuhkan penanganan segera, antara lain penggunaan badan jalan untuk berdagang, penumpukan sampah, serta kerusakan infrastruktur.
Sehingga, sebagai langkah penataan, Pemerintah Kota Cilegon akan mengambil tindakan tegas dengan merelokasi para PKL ke tempat yang lebih layak, yakni ke area Hanggar Barat yang telah disiapkan dengan fasilitas penunjang.
“Kita ingin beresin, tertibin, supaya fungsi jalan kembali seperti semula, bukan untuk jualan atau parkir. Kalau mau, silakan pindah ke Hanggar Barat. Kalau tidak, ya kita sudah kasih opsi. Kita akan tertibkan,” kata Robinsar. (*)



Discussion about this post