Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hati-hati, Kongres Persatuan PWI Bisa Disusupi ‘Buzzer Ternak Mulyono’

Jurnalis diminta tetap jaga integritas dan persatuan jelang pelaksaan kongres

by Diebaj Ghuroofie
Agustus 13, 2025
in PERISTIWA
Hati-hati, Kongres Persatuan PWI Bisa Disusupi ‘Buzzer Ternak Mulyono’

Peneliti Sejarah Merdeka Institute, Arief Gunawan

JAKARTA, BANPOS – Peneliti Sejarah Merdeka Institute, Arief Gunawan, mengingatkan jurnalis-jurnalis di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) agar tetap menjaga integritas dan persatuan menjelang pelaksanaan Kongres Persatuan PWI 2025.

Hal itu agar organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia ini, tidak kembali diobok-obok oleh pemerintah, sebagaimana yang pernah terjadi dalam sejarah PWI di periode awal kemerdekaan.

Baca Juga

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Februari 20, 2026
Cak Munir Soroti Fenomena ‘Wartawan Abal-abal’

Cak Munir Soroti Fenomena ‘Wartawan Abal-abal’

Februari 6, 2026
PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Baduy

PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Baduy

Januari 6, 2026
Ini Nama dan Filosofi Maskot HPN 2026 Banten

Ini Nama dan Filosofi Maskot HPN 2026 Banten

November 30, 2025

“Kita memiliki sejarah panjang PWI sejak lahir tahun 1946 atau setahun setelah kemerdekaan RI. Dalam perjalanannya, PWI pernah terjadi perpecahan seperti sekarang,” ujar Arief Gunawan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/8).

Namun menurutnya, perpecahan dan dualisme kepemimpinan di PWI saat itu terjadi karena dipicu oleh perbedaan sikap politik, yakni antara Rosihan Anwar dan BM Diah.

“Bukan karena masalah uang,” tegasnya.

Rosihan Anwar dan BM Diah, lanjut Arief, sama-sama pendiri Harian Merdeka tahun 1945, bersama Joesoef Isak.

Namun, di tahun 1946 mereka beda pandangan politik. Rosihan mendukung Kabinet Sjahrir, sementara BM Diah kritis dan keras.

Perseteruan mereka masih terbawa meski sudah lewat 24 tahun, yakni pada Kongres PWI XIV di Palembang, 14 – 19 Oktober 1970.

PWI terbelah menjadi dua kubu, kubu Rosihan dan kubu BM Diah.

Perpecahan baru bisa diselesaikan tiga tahun kemudian, yakni pada Kongres PWI ‘Integrasi’ XV di Tretes, Malang, Jawa Timur, 30 November – 1 Desember 1973.

“Tiga tahun terjadi dualisme kepemimpinan di PWI. Saat itu, pemerintah melalui Operasi Khusus (Opsus) jaman Ali Moertopo ikut mengobok-obok PWI,” ujar Arief.

Untuk itu, Arief berharap, jangan sampai dualisme kepemimpinan PWI saat ini membuka peluang bagi pemerintah untuk kembali ‘mengobok-obok’ organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia itu.

“Jangan sampai kisruh PWI saat ini di-take over pemerintah. Bahaya kalau yang jadi ketumnya malah buzzer ternak Mulyono, karena di-drop dari atas. Soalnya posisi komisaris sekarang sudah banyak diduduki para buzzer ternak Mulyono. Waspada mereka menjalar ke PWI,” tuturnya.

Arief menambahkan, PWI dan persuratkabaran nasional lahir dari elan romantik, penuh bumbu cerita patriotik.

Sebelum ada perjuangan bersenjata, tokoh pergerakan dulu menggunakan koran dan organisasi kewartawanan sebagai alat perjuangan.

Ia mengatakan, cukup banyak wartawan yang masuk keluar bui kolonial, hidup melarat karena lebih mengidentikkan diri sebagai pejuang ketimbang pedagang.

“Aspek bisnis tentu saja perlu, tetapi kewartawanan bukan jalan yang pas untuk mencari dan menumpuk kekayaan,” katanya.

Menurutnya, kewartawanan adalah vocatio (panggilan). Pengabdian yang tiada henti-hentinya karena dituntun oleh naluri.

Di paruh pertama tahun 1950-an, pers nasional dan organisasi kewartawanan seperti PWI dicirikan oleh personal journalism dengan tokoh-tokoh seperti Mochtar Lubis (Indonesia Raya), BM Diah (Merdeka), Suardi Tasrif (Abadi), dan Rosihan Anwar (Pedoman).

“Mereka berteman tapi juga berantem, dan sanggup bersilat lidah dengan penguasa. Umumnya pengendali meja redaksi saat itu ialah person of character (insan yang berwatak),” ucapnya.

Seperti diketahui, Kongres Persatuan PWI akan digelar di Karawang, Jawa Barat, pada 29-30 Agustus 2025. Ada 7 nama bakal calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030 yang muncul di media.

Mereka adalah Hendry Ch Bangun (Ketum PWI hasil Kongres Bandung), Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI hasil KLB Jakarta), Atal S. Depari (Ketum PWI Pusat 2018–2023), Teguh Santosa (Ketua Bidang Luar Negeri PWI periode 2013–2018 dan anggota Dewan Kehormatan PWI periode 2018–2020), Akhmad Munir (anggota Dewan Kehormatan PWI kubu Zulmansyah), Johnny Hardjojo (Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya), dan Rusdy Nurdiansyah (Ketua PWI Kota Depok). (*)

Tags: Akhmad MunirArief GunawanAtal S DepariBM DiahBuzzer Ternak MulyonoDualisme PWIHendry CH BangunJohnny HardjojoKongres PWI 2025Merdeka InstitutePWIRosihan AnwarRusdy NurdiansyahSejarah PWITeguh SantosaZulmansyah Sekedang
ShareTweetSend

Berita Terkait

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM
NASIONAL

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Februari 20, 2026
Cak Munir Soroti Fenomena ‘Wartawan Abal-abal’
PERISTIWA

Cak Munir Soroti Fenomena ‘Wartawan Abal-abal’

Februari 6, 2026
PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Baduy
NASIONAL

PWI Banten dan Pemkab Lebak Gelar Kemah Budaya HPN 2026 di Baduy

Januari 6, 2026
Ini Nama dan Filosofi Maskot HPN 2026 Banten
HEADLINE

Ini Nama dan Filosofi Maskot HPN 2026 Banten

November 30, 2025
Rangkaian HPN 2026 Resmi Dimulai
HEADLINE

Rangkaian HPN 2026 Resmi Dimulai

November 30, 2025
Ketum PWI Tekankan Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat
NASIONAL

Ketum PWI Tekankan Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat

November 30, 2025
Next Post
Dugaan Kekerasan Seksual, Pemkot Tangerang Tunggu Proses Hukum Wakasek SMPN 23

Dugaan Kekerasan Seksual, Pemkot Tangerang Tunggu Proses Hukum Wakasek SMPN 23

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh