JAKARTA, BANPOS – Kampanye bertajuk #BusinessContinuityID resmi diluncurkan Infinity Continuity, sebuah firma konsultan ketahanan organisasi yang fokus pada manajemen keberlangsungan bisnis dan krisis.
Infinity Continuity bekerja sama dengan Campaign for Good, sebuah platform startup sosial berbasis teknologi.
Kampanye ini dirancang untuk membekali organisasi-organisasi pelayanan publik seperti sekolah, rumah sakit, lembaga keuangan, dan organisasi nonprofit dengan pelatihan serta alat strategis yang diperlukan untuk tetap berfungsi secara optimal dalam situasi krisis dan ketidakpastian.
Melalui kampanye nasional #BusinessContinuityID, lima organisasi terpilih akan mendapatkan akses penuh ke Pelatihan Intensif Business Continuity Management (BCM) selama dua hari.
Pengalaman belajar yang dirancang secara praktis dan mendalam. Peserta tidak hanya akan memahami kerangka teknis untuk menjaga keberlangsungan perusahaan, tetapi juga akan dibekali strategi penyesuaian krisis yang konkret, aplikatif, dan relevan dengan konteks lokal mereka.
Para peserta juga didampingi untuk mengangkat dan membagikan kisah nyata dari lapangan melalui platform Campaign for Good, memastikan bahwa praktik baik dan pembelajaran dari komunitas dapat menginspirasi lintas sektor dan wilayah.
Sebagai pelopor dalam bidang ketahanan organisasi, Infinity Continuity menghadirkan pendekatan terpadu dari membangun fondasi Business Continuity Plan yang kokoh, hingga menyusun strategi manajemen krisis yang adaptif untuk sektor publik maupun swasta.
Dengan rekam jejak internasional dan pengalaman lapangan yang luas, Infinity Continuity bukan hanya menjadi fasilitator pelatihan melainkan mitra strategis yang memahami dinamika nyata organisasi dan tantangan operasional yang mereka hadapi.
Director of Preparedness & Resiliency and Founder of Infinity Continuity, Gary NG mengatakan, bahwa ketahanan bukan sekadar opsi, melainkan fondasi strategis bagi keberlangsungan organisasi yang melayani publik.
“Di tengah ketidakpastian, #BusinessContinuityID hadir sebagai jawaban agar sekolah, klinik, koperasi, dan komunitas tidak hanya bertahan, tapi tetap memberi dampak saat krisis melanda,”ujar Gary dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).
Gary mebambahkan, pelatihan Business Continuity Management ini bukan hanya soal prosedur internal ini soal menjaga nyawa ekosistem sosial yang bergantung pada keberadaan mereka.
Sementara itu, CEO Campaign for Good, William Gondokusumo mengatakan, bahwa kampanye ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah gerakan strategis untuk menghadirkan kekuatan komunitas dalam menghadapi krisis.
“Kami ingin menyalakan kembali harapan melalui kisah-kisah nyata dari akar rumput tentang bagaimana organisasi tetap bertahan dan hadir,” ujar William.
Ia mengatakan, dengan dukungan teknologi dan narasi digital, Capaian Campaign for Good bertekad memperluas dampaknya dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membangun fondasi ketahanan sosial Indonesia yang kokoh dan berkelanjutan.
Kampanye #BusinessContinuityID telah resmi dimulai sejak Juni 2025 dengan membuka pendaftaran bagi organisasi nonprofit dan komunitas yang bergerak di bidang pelayanan publik.
Saat ini, proses seleksi tengah berlangsung di platform Campaign for Good hingga akhir Agustus 2025. (RM.ID)

Discussion about this post