TANGSEL, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) tengah membangun komunikasi intensif dengan Pemkot Depok, setelah adanya peristiwa banjir yang melanda sejumlah wilayahnya pada Minggu (10/8) kemarin.
Banjir itu disebabkan adanya luapan Kali Angke akibat tanggul jebol yang berada di wilayah Depok.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan bahwa peristiwa banjir tersebut memang terjadi bukan akibat hujan lokal, melainkan limpasan air dari wilayah lain.
“Iya memang kemarin kita tidak hujan, tapi tiba-tiba Kali Angke meluap ini berarti ada kiriman dari sumber air lain,” ujarnya, Senin (11/8).
Benyamin mengaku bahwa dia telah memerintahkan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel, untuk berkomunikasi dengan Pemkot Depok.
“Apa yang bisa kita lakukan secara bersama sama? Yang pasti karena air ini mengikuti hukum alam, di semua bidang harus baik,” katanya.
Ia menambahkan, meski aliran Kali Angke di wilayah Tangsel tergolong lancar, hambatan justru muncul saat aliran masuk ke Kota Tangerang.
Hambatan tersebut memperlambat laju air dan berdampak ke wilayah Tangsel.
“Persoalannya mungkin Kali Angke kita lancar, tetapi begitu masuk seperti yang kita lakukan dengan pak gubernur penyusuran Kali Angke di Kota Tangerang banyak sekali mengalami hambatan-hambatan, sehingga menahan laju sirkulasi air,” tuturnya.
“Nah ini yang kita pintakan secepatnya pada BBWS untuk melakukan normalisasi di sepanjang Tangerang-Tangsel,” lanjut Benyamin.
Di sisi lain, warga perumahan Villa Pamulang sempat meminta bantuan berupa karung pasir untuk mengantisipasi banjir susulan.
Namun permintaan tersebut harus tetap disampaikan ke Pemkot Depok, mengingat sumber masalah berada di luar wilayah administratif Tangsel.
“Saat ini kita sampaikan aspirasi mereka tetap ke Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum, karena kami tidak bisa melakukan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, mengingat muara dari semua aliran air tersebut menuju Kali Angke dan akhirnya ke Laut Utara.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, setidaknya terdapat lima titik banjir akibat luapan kali angke.
Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa yang sempat mengagetkan warga itu.
Kepala Regu Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, menuturkan bahwa memang di wilayah Villa Pamulang belum sepenuhnya terbangun turap beton. (*)





Discussion about this post