SERANG, BANPOS – Beberapa pernyataan yang disampaikan Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, kerap menjadi sorotan banyak pihak karena dinilai sembrono dan menimbulkan kegaduhan.
Salah satunya dari Akademisi asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ahmad Sururi.
Ia mengatakan bahwa sebagai pejabat publik, Dimyati Natakusumah seharusnya bisa lebih berhati-hati dalam berbicara.
Sebab, kata dia, setiap ucapan yang disampaikan oleh pejabat publik bisa dianggap sebagai suatu kebijakan.
“Seorang pejabat publik itu kata-katanya atau statementnya bersifat publik kan. Kan dia (Dimyati Natakusumah, red) dipilih oleh masyarakat, jadi ‘kata-kata’ dari seorang pejabat publik itu juga bisa jadi sebuah kebijakan,” katanya kepada BANPOS, Senin (11/8).
Ia menuturkan, perkataan yang disampaikan oleh pejabat publik, apalagi seorang wakil kepala daerah, memberikan pengaruh dan dampak yang luas.
“Makanya seorang pejabat publik hati-hati saat berbicara. Apalagi kata-katanya asumsi subyektifitas pribadi. Kalau mengatasnamakan lembaga pemerintahan, itu kan juga dianggap bahwa yang diucapkan ya itulah kebijakannya,” kata Sururi. (*)







Discussion about this post