SERANG, BANPOS – Pada momen HUT ke-13 Kota Serang ini, Pemkot Serang diharapkan dapat lebih fokus dalam persoalan perlindungan perempuan dan anak di Kota Serang.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Komunitas Jaga Kota, Ega Mahendra.
Ia menuturkan, di usianya yang sudah remaja ini, Kota Serang justru mengalami persoalan pelik dalam perlindungan perempuan dan anak.
Pihaknya dalam beberapa waktu ke belakang, mendampingi dua kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Serang.
Bahkan dari dua kasus itu, salah satunya merupakan persoalan yang pelik dan kompleks, yang penyelesaiannya ia nilai tak dapat diselesaikan dalam satu atau dua bulan.
Oleh karena itu, pada momentum HUT Kota Serang ke-18 ini, pihaknya meminta kepada Pemkot Serang untuk lebih fokus dalam perlindungan perempuan dan anak.
“Baik dari segi program maupun dari segi politik anggaran. Jangan pandang persoalan ini cukup diselesaikan dengan sekadar sosialisasi semata,” ujarnya, Minggu (10/8).
Ia menuturkan, warga Kota Serang memiliki hak untuk dapat hidup dalam kondisi yang aman dan nyaman.
“Maka, Pemkot Serang harus memberikan keamanan di tempat-tempat publik dan juga lembaga pendidikan,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga melihat sejumlah titik yang infrastrukturnya masih kurang, sehingga dapat membuat kerawanan akan kejahatan meningkat.
“Seperti di jalur tol mati, itu sangat gelap. Sangat berpotensi terjadi tindakan kriminal. Kami harap hal itu segera diperbaiki, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, pihaknya berharap Pemkot Serang dapat menjalankan anggaran berbasis kinerja. Jangan sampai, anggaran yang dikeluarkan tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Misalkan dari infrastruktur, bagaimana caranya agar Kota Serang tidak lagi banjir,” katanya.
Menurutnya, jika anggaran berbasis kinerja diterapkan oleh Pemkot Serang, maka seharusnya perencanaan anggaran memiliki tujuan yang jelas, dan tidak dipergunakan untuk sesuatu yang tidak memberikan dampak.
“Kota Serang setiap hujan deras itu di beberapa jalan pas terendam banjir. Ini harus menjadi perhatian khusus untuk Pemkot Serang, apakah anggaran benar-benar dipergunakan dengan baik dalam melakukan pembangunan yang berdampak,” tandasnya. (*)






Discussion about this post