CILEGON, BANPOS – Makanan cemilan tradisional Gipang Singkong asal Cikeray, Kota Cilegon turut ambil bagian dalam acara Gebyar UMKM pada ramgkaian Budaye Cilegon Fest International Folk Arts 2025.
Produk makanan olahan Gipang Singkong itu kini tengah membidik pasar ritel Alfamart dan Indomart.
Menurut pemilik sentra Gipang Singkong, Epon Dahlia atau yang biasa disapa Wa Epong, produk olahan cemilan khas Cilegon ini berbahan baku utama singkong dengan kombinasi kacang dan gula aren.
Dengan cita rasa manis dan gurih, Gipang Singkong ini banyak diminati pasar lokal bahkan hingga mancanegara.
“Gipang singkong ini pernah kami ekspor ke Taiwan dan beberapa kali menjadi oleh-oleh ke Jepang,” ujar Wa Epong kepada sejumlah media, di Alun- Alun Cilegon, Minggu (10/8).
Wa Epong yang juga pemilik Ion Art ini mengisahkan awal mula menggeluti bisnis Gipang Singkong berawal dari inisiatif pemberdayaan masyarakat disekitar rumahnya di Kampung Pasir Angin, Cikerai.
Dimana banyak singkong saat itu lima tahun lalu tidak dilirik oleh warga sekitar.
Dengan inovasi yang ia terapkan, akhirnya singkong tersebut diolah menjadi gipang.
Tekstur Gipang Singkong yang memiliki cita rasa khas ini banyak disuka semua kalangan.
Berjalanya waktu dan dibarengi dengan ketekunan, produk olahan singkong menjadi gipang kini menjadi kebanggaan dan ikon kuliner lokal yang mendunia.
“Awalnya saya memang memberdayakan masyarakat Pasir Angin, dan akhirnya kami memiliki produk yang benar-benar layak jual dan bahkan tembus pasar ekspor,” tandas Wa Empong.
Ia manambahkan semua bahan baku singkong dan kacang sangat mudah diperoleh hasil tanam warga setempat, termasuk gula dan minyak didapat dari warung-warung kecil di sekitar kampung.
Lebih dari itu, kesuksesan ini turut memicu semangat semangat warga sekitar dalam berwira usaha.
“Banyak masyarakat yang tadinya malas menanam singkong dan kacang, sekarang jadi semangat,” ucap Wa Epong.
Adapun terkait kebutuhan tenaga kerja, ia juga merekrut warga sekitar membantu dalam proses produksi, sehingga bisa menambah pendapatan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini, Gipang Singkong Pasir Angin sudah masuk ke beberapa gerai Alfamart.
Sedangkan untuk ke Indomart masih dalam proses.
Hal ini tal lepas berkat kerja sama dinas setempat dengan ritel-ritel modern untuk mengangkat produk UMKM.
Sekadar diketahui, proses pembuatannya mengedepankan kearifan lokal menjamin kualitas dan keaslian rasa.
Wa Epong menuturkan keberhasilan Gipang Singkong Pasir Angin tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya bimbingan dari Dinas Koperasi UKM Cilegon dan dinas terkait lainnya.
Sementara itu untuk penjualan pasar dalam negeri, gipang ini telah dipasarkan hingga ke Makassar dan kota-kota lain di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini ia juga menyampaikan bahwa dalam sehari, produksi Gipang Singkong Pasir Angin bisa mencapai 30 lusin untuk kemasan toples dan 300 bungkus untuk kemasan pouch.
Angka ini bisa meningkat tajam saat momen-momen tertentu seperti Lebaran atau pameran.
Sementara produk ini dijual dengan harga kompetitif, yakni Rp22.000 untuk kemasan pouch dan Rp32.000 untuk kemasan toples dan juga ada harga khusus untuk pembelian lusinan.
Pada waktu ke depan, Wa Epong tengah membentuk Sentra Gipang Cilegon, yaitu sebuah wadah bagi para pengrajin gipang di seluruh Cilegon sebagai wadah perkumpulan dalam rangka meningkatkan mutu produk dan sasaran penjualan. (*)




Discussion about this post