SERANG, BANPOS – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan, Kelompok KKM 08 Universitas Banten Jaya menyelenggarakan kegiatan penyuluhan di Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Penyuluhan bertema ‘Kelola Sampah, Jaga Lingkungan, Sejahterakan Keluarga’ yang digelar pada Kamis (7/8) tersebut menghadirkan narasumber utama yakni Dosen Tetap Teknik Lingkungan Unbaja, Tauny Akbari.
Dalam paparannya, Tauny menekankan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga yang tepat tidak hanya berdampak pada kesehatan, dan kebersihan lingkungan.
Tetapi juga sebagai sumber daya alternatif yang memiliki nilai ekonomi.
“Jika kita bisa mengelola sampah secara terstruktur mulai dari memilah, mendaur ulang, hingga memanfaatkan kembali, maka sampah bukanlah beban, melainkan potensi ekonomi baru bagi keluarga,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan praktik ecobrick dan composting yang sudah mulai diterapkan di beberapa wilayah.
“Sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman, bisa berupa pupuk padat dan pupuk cair. Akan tetapi sisa makanan seperti tulang belulang tidak bisa dijadikan pupuk padat,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh warga Kampung Kesaud, khususnya dari RW 02.
Para peserta mendapatkan pemahaman praktis mengenai cara memilah sampah organik, anorganik, dan B3, teknik daur ulang sederhana, serta potensi ekonomi dari pengelolaan limbah rumah tangga.
Salah satu warga, Siti, yang hadir sejak awal kegiatan, mengungkapkan rasa terima kasih dan harapannya setelah mengikuti penyuluhan tersebut.
“Selama ini kami buang sampah campur begitu saja dilahan kosong lalu dibakar, belum tahu cara memilah,” katanya.
“Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi paham bahwa sampah dapur bisa dijadikan kompos, dan sampah plastik bisa dikumpulkan untuk dijual atau dibuat ecobrick. Mudah-mudahan kami bisa mulai dari rumah dulu, lalu ajak tetangga ikut juga,” lanjutnya.
Ketua KKM Kelompok 08, Maksudin, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu menjadi awal dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Kegiatan ini kami adakan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan harapan agar sampah rumah tangga bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, bernilai ekonomi dan langkah nyata menuju lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga ruang kolaboratif antara dunia akademik dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan secara partisipatif.
Dengan mengusung semangat ‘Kelola Sampah, Jaga Lingkungan, Sejahterakan Keluarga’, diharapkan tercipta perubahan nyata dalam pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, yang berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi keluarga. (*)






Discussion about this post