TANGERANG, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerangm Banten, melalui Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) memperkuat upaya promosi dan pencegahan untuk mengatasi meningkatnya kasus gangguan mental akibat tekanan ekonomi, dinamika sosial, hingga gaya hidup masyarakat perkotaan.
“Masalah kesehatan jiwa bukan lagi hal tabu. Ini isu nyata yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Oleh karena itu penanganannya harus dilakukan sejak dini, secara komprehensif, dan dengan dukungan semua pihak,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman dalam acara penguatan TPKJM di Tangerang Rabu.
Ia mengatakan kesehatan jiwa merupakan tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan di tengah kompleksitas kehidupan perkotaan yang kian dinamis.
Karena itu pihaknya menjadikan kesehatan jiwa harus menjadi prioritas bersama. Apalagi TPKJM memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menangani permasalahan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat.
TPKJM, kata dia, juga diharapkan mampu menjadi agen edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat terhadap isu kejiwaan.
“TPKJM harus hadir di tengah masyarakat, menyampaikan bahwa gangguan jiwa bisa disembuhkan dan bukan sesuatu yang memalukan. Ini adalah kondisi medis yang membutuhkan perhatian dan penanganan, bukan stigma,” katanya.
Sekda juga menekankan pentingnya mengubah paradigma lama yang menganggap gangguan jiwa sebagai aib.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga relawan, untuk membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif.
“Kami di Pemkot Tangerang siap mendukung setiap inovasi dan gerakan yang lahir dari TPKJM maupun pihak-pihak yang peduli. Kota ini harus menjadi tempat yang aman dan ramah bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kondisi psikososialnya,” kata Herman.
Kepada pihak lainnya, Sekda Herman mengajak untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kota Tangerang sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik dan teknologi, tetapi juga kuat dan sehat secara mental.
“Kesehatan mental adalah fondasi produktivitas dan kesejahteraan. Mari kita bangun Kota Tangerang sebagai kota yang lebih tangguh secara mental, tempat di mana setiap warganya memiliki kesempatan untuk pulih, tumbuh, dan berkontribusi,” katanya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) juga, kata dia, diharapkan meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program kesehatan jiwa di wilayahnya agar semakin optimal dalam mendorong pemahaman, deteksi dini, dan penanganan masalah kesehatan jiwa.
“Kita terus perkuat peran TPKJM dalam mendukung layanan kesehatan jiwa di masyarakat,” kata Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni.
Camat Tangerang Yudi Pradana mengungkapkan penguatan TPKJM dilakukan bersama Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI) sebab perannya sangat krusial sebagai garda terdepan dalam upaya deteksi dini, penanganan dan rehabilitasi masalah kesehatan jiwa di masyarakat.
“Kami menyadari bahwa permasalahan kesehatan jiwa adalah isu kompleks yang memerlukan pendekatan multisektoral,” katanya.(ANTARA)



Discussion about this post