Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kasus Pengoplosan Beras Terbongkar, Pasar Tradisional Diserbu Pembeli

by Tim Redaksi
Agustus 6, 2025
in EKONOMI
Kasus Pengoplosan Beras Terbongkar, Pasar Tradisional Diserbu Pembeli

Suasana ramai di pasar tradisional. Kepercayaan konsumen meningkat usai kasus beras oplosan terbongkar. (Foto: Ist)

Baca Juga

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat memberikan sambutan pada Selasa (14/3).

Pemkot Tangsel Akan Benahi Tata Kelola Gedung Pasar

Maret 15, 2023

JAKARTA, BANPOS – Lonjakan pembeli terjadi di sejumlah pasar tradisional usai Pemerintah membongkar praktik pengoplosan beras. Warga kini lebih yakin berbelanja beras langsung dari pedagang pasar.

Para pedagang di Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, merasakan langsung dampak positif dari pengungkapan kasus beras oplosan oleh Kementerian Pertanian dan Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri). Dua pasar tradisional ini dipadati pembeli, terutama mereka yang kini beralih dari toko ritel modern ke pasar tradisional.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jakarta Selatan Deddy Asmar menyebut, kepercayaan masyarakat meningkat sejak Pemerintah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar.

“Pasar Minggu dan Lenteng Agung langsung terasa lonjakan pembelinya,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, sidak beras beberapa waktu lalu membuat konsumen merasa aman karena kualitas beras di pasar terpantau langsung oleh pihak berwenang.

“Iya, sejak sidak itu, masyarakat jadi lebih percaya belanja beras ke pasar tradisional,” kata Deddy.

Sebagai bentuk apresiasi, para pedagang menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian yang dianggap berjasa dalam melindungi pedagang dari praktik curang yang merugikan.

“Terima kasih kepada Bapak Mentan dan Wamentan yang sudah peduli. Sekarang pembeli tidak khawatir lagi soal beras,” ujar Deddy.

Fenomena serupa juga terlihat di luar Jakarta. Kepala Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Mulyadi, mengungkapkan pasar tempatnya juga mengalami lonjakan pengunjung sejak kasus beras oplosan mencuat.

“Volume pembeli meningkat cukup signifikan. Banyak yang pindah belanja dari ritel modern ke pasar tradisional,” katanya.

Mulyadi menambahkan, pedagang pasar tradisional lebih dipercaya karena memiliki hubungan langsung dan jangka panjang dengan para pelanggan.

“Pasar tradisional jadi pilihan karena masyarakat kenal siapa penjualnya. Mereka yakin berasnya asli,” ujar Mulyadi.

Meningkatnya kepercayaan publik terhadap pasar tradisional disebut sebagai momentum penting untuk menguatkan posisi pasar rakyat dalam sistem distribusi pangan nasional. Pemerintah pun didorong untuk terus hadir menjaga rantai pasok yang sehat dan jujur. (RM.ID)

Tags: APPSIDeddy AsmarKasus Pengoplosan BerasSatgas Pangan Polri
ShareTweetSend

Berita Terkait

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat memberikan sambutan pada Selasa (14/3).
PERISTIWA

Pemkot Tangsel Akan Benahi Tata Kelola Gedung Pasar

Maret 15, 2023
Next Post
Fajar/Rian fokus ke pertandingan Kejuaraan Dunia Tahun 2025 sebelum ganti pasangan

Fajar/Rian fokus ke pertandingan Kejuaraan Dunia Tahun 2025 sebelum ganti pasangan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh