JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa pagi (5/8/2025). Rupiah tercatat menguat 0,16 persen ke level Rp 16.376 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.401 per dolar AS.
Untuk sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi. Dolar Taiwan melemah 0,11 persen, won Korea Selatan minus 0,07 persen, dolar Singapura turun 0,02 persen, yen Jepang terkoreksi tipis 0,01 persen. Sebaliknya, baht Thailand dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,14 persen dan 0,11 persen terhadap dolar AS.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat naik tipis 0,02 persen ke level 98,60.
Adapun terhadap mata uang lainnya, rupiah menguat 0,06 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 21.769. Namun, terhadap dolar Australia, rupiah sedikit melemah 0,05 persen ke level Rp 10.587.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
“Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga menyusul data ketenagakerjaan AS bulan Juli yang melemah,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Meskipun tingkat pengangguran hampir tidak berubah, kondisi pasar tenaga kerja yang melemah memperkuat argumen para pejabat The Fed, termasuk Gubernur Michelle Bowman dan Christopher Waller, untuk mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 29–30 Juli lalu.
Lebih lanjut, data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk Juli hanya mencatat penambahan 73.000 lapangan kerja, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000. Data bulan sebelumnya juga direvisi drastis dari 147.000 menjadi hanya 14.000 lapangan kerja, menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja AS yang lebih tajam dari perkiraan.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Ibrahim memproyeksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat, dan ditutup dalam kisaran Rp 16.350–Rp 16.400 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini. (RM.ID)











Discussion about this post