SERANG, BANPOS – Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang periode 2021-2026 merasa dikudeta oleh Walikota Serang, lantaran pada masa bhakti yang masih berjalan, Pemkot Serang malah melantik pengurus FKUB yang baru.
Hal itu disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Serang periode 2021-2026, Amas Tajudin. Ia mengaku kaget dengan adanya pelantikan FKUB pada Senin (4/8) oleh Walikota Serang, Budi Rustandi.
“Saya terus terang belum mengetahui bahwa hari ini ada terjadi pelantikan FKUB. Kenapa? Tidak ada satupun informasi yang sampai kepada saya, baik dari Pemkot maupun dari Kesbangpol atau dari pihak lain yang menginfokan terkait pergantian FKUB,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kudeta yang secara terang-terangan dilakukan terhadap pengurus sah FKUB Kota Serang, yang masa bhaktinya baru selesai pada 2026 mendatang.
“Itu adalah peristiwa kudeta terhadap pengurus FKUB yang akan berakhir nanti pada tahun 2026,” tuturnya.
Menurutnya, sejak Budi Rustandi menjabat menjadi Walikota Serang, pihaknya telah berupaya untuk membuka komunikasi. Namun sayangnya, pintu komunikasi tak kunjung dibuka oleh Budi Rustandi.
“Hari-hari kemarin saya sudah bersurat kepada walikota untuk bisa bertemu. Sudah dilayangkan surat, tapi tidak ada jawaban sampai sekarang. Surat dimaksud adalah mohon audiensi untuk menjelaskan informasi yang beredar,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa kudeta yang diklaim atas persetujuan Walikota Serang ini memberikan contoh buruk bagi masyarakat. Padahal sebagai pimpinan daerah, Amas menuturkan bahwa Walikota harus memberikan contoh yang baik.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, khususnya kepada walikota, bahwa kudeta itu tidak baik. Sebab kalau kudeta terjadi, orang yang dikudeta atau kelompok yang dikudeta harus mendapat klarifikasi salahnya apa,” tandasnya. (*)






Discussion about this post