TANGERANG, BANPOS – Warga Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, mendadak gempar setelah sesosok jasad pria ditemukan mengambang di aliran Kali Ciledug, tepatnya di belakang DM Sport, Jalan Raden Fatah, pada Minggu siang, (3/8/2025).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang warga yang tengah memancing di sekitar lokasi menjadi orang pertama yang melihat jasad pria tersebut terbawa arus air dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Ciledug, Kompol Dalby, mengonfirmasi bahwa korban diketahui bernama Abdul Rohman (53), warga sekitar yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat tahu. “Korban diduga terpeleset setelah menggunakan jamban yang berada di dekat aliran kali. Untuk sementara, ini murni kecelakaan,” ujar Kompol Dalby saat dikonfirmasi SateliteNews.com, pada Minggu sore.
Dari keterangan awal yang dihimpun Kepolisian, Abdul Rohman diduga kehilangan keseimbangan setelah selesai buang air besar di jamban tradisional yang dibangun di bantaran kali. Seorang saksi mata yang berada di lokasi mengaku melihat langsung momen ketika korban tergelincir. “Beliau tergelincir di sekitar jamban dan langsung jatuh ke sungai. Tidak ada yang sempat menolong,” ungkap Dalby.
Warga sekitar mengenal Abdul Rohman sebagai pribadi sederhana dan pekerja keras. Kepergiannya secara mendadak menimbulkan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan rekan-rekannya sesama pengrajin tahu di wilayah tersebut.
Begitu laporan masuk, petugas dari Polsek Ciledug dan tim medis segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal. Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Kota Tangerang untuk keperluan visum guna memastikan tidak ada unsur kekerasan ataupun penyebab lain yang mencurigakan.
“Hingga saat ini kami masih lakukan penyelidikan lanjutan. Namun dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Untuk memastikan, kami tetap jalankan prosedur visum,” tegas Kapolsek.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran kali agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama di area yang licin dan tidak memiliki pengaman. Peristiwa ini juga menyoroti kondisi sanitasi masyarakat di kawasan bantaran kali yang masih menggunakan jamban darurat tanpa perlindungan memadai. Tak jarang, fasilitas semacam itu dibangun seadanya dan minim perawatan, sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan. (SATELITNEWS)



Discussion about this post