CILEGON, BANPOS – Persiapan kegiatan Budaye Cilegon Fest & International Folk Arts 2025 yang digelar Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) telah mencapai 90 persen.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlangsung pada 6-11 Agustus 2025.
Namun, dua hari pertama dan terakhir akan difokuskan untuk proses kedatangan dan kepulangan tamu dari luar negeri.
“Untuk kegiatan utamanya berlangsung pada tanggal 7, 8, 9, dan 10 Agustus. Sedangkan tanggal 6 dan 11 merupakan hari check-in dan check-out peserta dari empat negara,” ujar Heni kepada BANPOS, kemarin.
Heni menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi lintas sektor dengan dinas terkait, seperti Dinas Perkim untuk penggunaan Alun-Alun Kota Cilegon, Dinas Perhubungan untuk rekayasa lulu lintas, DLH untuk kebersihan, serta koordinasi dengan kepolisian terkait izin keramaian.
Sejumlah kegiatan telah dijadwalkan untuk meramaikan perhelatan budaya ini. Di antaranya adalah Kirab Budaya Nusantara yang digelar pada 10 Agustus, serta festival UMKM yang berlangsung pada 9 dan 10 Agustus.
Festival ini juga akan diramaikan dengan penampilan seni dari delegasi empat negara yakni Rusia, Bulgaria, Korea Selatan, dan India.
“Total ada 84 peserta dari empat negara. dengan delegasi terbanyak berasal dari India, yakni 25 orang,” ungkap Heni.
Tak hanya dari luar negeri, acara ini juga akan menampilkan 32 grup kesenian lokal dari Kota Cilegon, termasuk sanggar seni, komunitas, sekolah-sekolah berprestasi dalam bidang seni tari, serta perguruan pencak silat.
Penampilan mereka dijadwalkan berlangsung sepanjang 7 hingga 10 Agustus.
“Selain penampilan seni tari, nanti juga akan ada pertunjukan ubrug dan berbagai atraksi budaya lainnya dari para pelaku seni lokal,” tambahnya.
Untuk kelancaran acara, Dindikbud menyiapkan Liaison Officer (LO) yang akan mendampingi peserta dari masing-masing negara, serta dua Master of Ceremony (MC) dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Sebagai bagian dari promosi, pihaknya juga telah memasang spanduk dan umbul-umbul di sepanjang jalan Protokol Kota Cilegon.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal kepada tamu-tamu internasional, sambil membuka ruang pertukaran budaya dengan empat negara peserta. Kami juga bekerjasama dengan CIOFF Indonesia, organisasi di bawah UNESCO yang menjadi fasilitator kegiatan ini,” tandas Heni. (*)



Discussion about this post