Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Green Eco akan Ganti Alat BBJP Hibah Indonesia Power yang Dinilai Kurang Mumpuni

by Lukman Hapidin
Juli 31, 2025
in EKONOMI, PERISTIWA
Green Eco akan Ganti Alat BBJP Hibah Indonesia Power yang Dinilai Kurang Mumpuni

Kondisi mesin dan alat di pabrik BBJP TPSA Bagendung dalam kondisi rusak, Jum'at (25/7). LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

CILEGON, BANPOS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memastikan seluruh peralatan pengolahan sampah di Pabrik Bahan Bakar jumputan Padat (BBJP) yang merupakan hibah dari PLN Indonesia Power UBP Suralaya akan diganti.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengungkapkan bahwa penggantian dilakukan karena peralatan hibah senilai Rp10 miliar tersebut dinilai tidak cukup mumpuni untuk mendukung proses pengolahan sampah secara maksimal.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
Pemkab Serang Berencana Genjot PAD Lewat Kenaikan Pajak dan Retribusi 

Pemkab Serang Berencana Genjot PAD Lewat Kenaikan Pajak dan Retribusi 

Februari 27, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026

“Alat yang diserahkan Indonesia Power itu bagian dari hibah Rp10 miliar, tapi memang kondisinya kurang mumpuni, karena yang diolah kan sampah,” kata Sabri saat ditemui pada Rabu (30/7).

Alih-alih memperbaiki alat yang ada, DLH akan langsung menggantinya melalu kerja sama dengan PT Green Eco Teknologi. Perusahaan tersebut sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Cilegon.

“Green Eco yang sudah MoU dengan kita. Salah satu objeknya adalah memodifikasi alat di BBJP, termasuk mengubah bangunan. Alatnya akan lebih canggih dari sebelumnya, bahkan lebih baik dari bantuan World Bank,” jelas Sabri.

la menegaskan bahwa penggantian peralatan bukan karena alasan efisiensi, melainkan bagian dari rencana menyeluruh untuk melakukan pembaruan sistem pengolahan sampah.

“Bukan soal efisiensi, tapi memang ada rencana untuk mengganti semua alatnya. Karena itu, anggaran juga akan kita sesuaikan,” katanya.

Saat disinggung soal nilai komersial dari produksi BBJP, Sabri menjelaskan bahwa belum ada perhitungan pasti secara bulanan karena volume produksi masih kecil dan proses pengangkutan belum berjalan secara konsisten.

“Kita tidak hitung per bulan, karena sistemnya kontrak dengan pihak ketiga. Produksinya belum besar, jadi pengangkutan juga belum konsisten,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa sejak 2023 BBJP sebenarnya sudah menghasilkan pendapatan. Namun, pendapatan tersebut tidak tercatat sebagai retribusi daerah.

“Sejak 2023 sebenarnya sudah ada pendapatan, tapi tidak masuk retribusi, melainkan tercatat sebagai pendapatan lain-lain. Kalau alat rusak, produksinya ikut berkurang,” ungkap Sabri.

Dalam kerja sama terbaru dengan pihak dari Korea, DLH memastikan akan dilakukan uji coba terlebih dahulu sebelum alat dioperasikan secara penuh.

Uji coba ini akan menyesuaikan dengan standar kalori yang dibutuhkan oleh Indonesia Power sebagai pihak pembeli bahan bakar sampah.

“Sebelum argo jalan, harus ada uji coba. Produksi harus sesuai standar kalori untuk dijual ke Indonesia Power. Target produksinya 80 ton, dan kalau itu tercapai, baru bisa dikatakan clear,” jelasnya.

Sabri juga menegaskan bahwa seluruh hasil produksi BBJP menjadi hak milik DLH.

“Dalam produksi ini, hasilnya sepenuhnya milik DLH. Kalau alatnya sudah jalan, nanti kita akan anggarkan untuk operasional produksinya. Mereka (Green Eco) hanya memberikan alat,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah mesin pengolahan sampah di Pabrik Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) Plant Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon, mengalami kerusakan.

Mesin-mesin tersebut rusak lantaran belum pernah mendapatkan perawatan sejak mulai beroperasi. Diketahui, seluruh mesin tersebut merupakan hibah dari PLN Indonesia Power UBP Suralaya.

Pantauan BANPOS di lokasi pada Jumat (25/7), sejumlah petugas tampak sibuk menyiapkan material organik untuk diolah. Sebagian lainnya terlihat mencacah bahan BBJP hasil produksi.

Di tengah area pabrik, tampak tiga mesin screening tidak dioperasikan.

Salah satu pekerja BBJP Plant, Baihaki, mengungkapkan bahwa satu mesin screening telah mengalami kerusakan sejak tiga bulan terakhir.

“Rusak mungkin karena faktor usia dan belum pernah diperbaiki sejak awal beroperasi,” ujarnya. (*)

Tags: bahan bakar jumputan padatBBJP CilegonCilegonDinas Lingkungan Hidup Cilegonhibah alatKota Cilegonpengolahan sampahPLN Indonesia PowerPT Green Eco Teknologiretribusi daerahSabri Mahyudinteknologi pengolahan sampahTPSA Bagendung
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri
PERISTIWA

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
Pemkab Serang Berencana Genjot PAD Lewat Kenaikan Pajak dan Retribusi 
EKONOMI

Pemkab Serang Berencana Genjot PAD Lewat Kenaikan Pajak dan Retribusi 

Februari 27, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional
EKONOMI

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU
PERISTIWA

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026
Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan
EKONOMI

Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan

Februari 21, 2026
Next Post
Persiapannya Sudah Habiskan Rp2 Miliar, Pemkot Gagal Dapat Bantuan Rp102 Miliar Untuk Pengelolaan Sampah

Persiapannya Sudah Habiskan Rp2 Miliar, Pemkot Gagal Dapat Bantuan Rp102 Miliar Untuk Pengelolaan Sampah

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh