JAWA TENGAH, BANPOS – Publik diajak menjaga ketenangan dan mempererat persaudaraan di tengah perbedaan. Tokoh agama berharap umat tetap damai dan tidak terpengaruh provokasi.
Tokoh Muslim dari Provinsi Banten Ustaz Tanto mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga ketentraman dan tidak terpancing provokasi yang bisa merusak persaudaraan sesama Muslim.
Seruan ini disampaikannya sebagai bentuk keprihatinan atas dinamika keagamaan yang mulai memicu ketegangan.
Menurutnya, organisasi keagamaan seharusnya menjadi ruang dakwah yang menyejukkan dan memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah.
Dia mengingatkan bahwa misi dakwah harus disampaikan dengan cara damai, bukan melalui kekerasan atau saling menjatuhkan. “Organisasi Islam seharusnya jadi tempat mempererat persaudaraan,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Dia menyampaikan keprihatinannya atas bentrokan yang melibatkan dua ormas Islam, yaitu Front Persatuan Islam (FPI) dan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWILS), yang terjadi di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Rabu malam (23/7/2025).
Dalam keterangannya itu, Ustadz Tanto menyerukan kepada para pemimpin dan tokoh agama agar mampu meredam ketegangan serta mengajak umat untuk menjaga ketenangan dan persaudaraan.
Dia pun menyesalkan insiden kekerasan tersebut, terutama karena terjadi dalam konteks kegiatan keagamaan.
Ustaz Tanto menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menghindari perpecahan akibat perbedaan pandangan, termasuk soal status keturunan Nabi Muhammad atau habaib, yang belakangan sering menjadi bahan perdebatan.
Diingatkan, perbedaan semacam itu bukanlah pokok ajaran Islam dan tidak seharusnya dijadikan bahan pertikaian. Yang lebih utama, menurutnya, adalah menjaga nilai kasih sayang dan persatuan antarumat. “Agama jangan dijadikan bahan bakar konflik,” katanya.
Dia juga menyampaikan harapannya agar para pemimpin dan tokoh agama mampu menjadi teladan dalam meredakan ketegangan serta mengajak umat untuk berpikir jernih dan bertindak bijak.
“Sesama Muslim harus saling menjaga,” ujarnya. Ustadz Tanto menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat, terutama di Banten, agar tetap tenang dan tidak menyebarkan ujaran yang dapat memecah belah umat. (RM.ID)



Discussion about this post