SERANG, BANPOS – Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang tergabung dalam Kelompok 86 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut ambil bagian dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan aksesibilitas warga di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka melakukan pemasangan marka jalan dan papan penunjuk rumah Ketua RT dan RW pada Minggu (27/7).
Pemasangan ini dilakukan menyusul tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di sejumlah titik rawan di desa tersebut, terutama di tikungan tajam yang minim visibilitas. Dalam kegiatan itu, mahasiswa memasang kaca cembung berukuran 100 cm dan 60 cm di titik-titik strategis, serta papan nama di depan rumah para Ketua RT dan RW untuk memudahkan penduduk dan tamu yang datang ke desa.
Proses pelaksanaan dimulai dari survei bersama warga dan perangkat RT/RW, untuk menentukan lokasi paling membutuhkan. Setelah itu, mahasiswa dan warga bergotong-royong melakukan pengecatan, penggalian, hingga pemasangan tiang marka jalan menggunakan cat thermoplastic yang tahan cuaca.
“Kami melakukan observasi langsung dan menemukan bahwa banyak titik rawan yang perlu segera ditangani. Sebagai mahasiswa teknik, kami ingin memberi solusi yang nyata dari apa yang kami pelajari,” ungkap Herly Adam, Koordinator Program KKM Kelompok 86.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Kepala Desa Agustani, para Ketua RT dan RW, serta warga yang ikut ambil bagian dalam pelaksanaan.
Senada, Fadhil Gibran Afgani, Ketua Kelompok KKM 86, menuturkan berbagai pihak mendukung kegiatan ini sehingga bisa terselesaikan dengan baik.
“Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja sama semua pihak. Partisipasi masyarakat sangat luar biasa dan menjadi kekuatan utama suksesnya program kami,” ujarnya.
Program ini mendapat tanggapan positif dari warga. Sadam, Ketua RW 1 Desa Cemplang, menyebut kegiatan mahasiswa UNIBA sangat membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan lalu lintas dan pelayanan administrasi.
“Sudah lama kami khawatir dengan kondisi jalan, terutama di tikungan desa. Sekarang dengan kaca cembung dan tanda jelas, kami merasa lebih tenang. Papan nama RT/RW juga membantu tamu maupun warga yang mencari alamat,” ujar Sadam.
Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat bisa memberikan dampak langsung bagi lingkungan. Selain meningkatkan keselamatan berkendara, kegiatan tersebut juga menambah keteraturan wilayah dalam hal tata administrasi dan pelayanan publik. (*)

Discussion about this post