SERANG, BANPOS – Dalam rangka memperkuat peran legislator dalam memperjuangkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan, Furtasan Ali Yusuf, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, menggelar kegiatan serap aspirasi bersama para wali murid dan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kota Serang, Rabu (30/7).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mendengarkan langsung suara masyarakat terkait pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP), sebuah program pemerintah yang bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Menghadirkan Dialog, Bukan Sekadar Seremoni
Berlangsung di tiga titik, yakni SDN Pipitan, SDIT Khairunnas, dan SMA Muhammadiyah, kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan peserta.
Bukan hanya sekadar penyaluran informasi, tetapi juga ruang dialog dua arah yang mempertemukan kebijakan pusat dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Lewat beasiswa PIP ini, negara hadir untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Furtasan dalam sambutannya, disambut tepuk tangan para wali murid.
17 Ribu Siswa Akan Terima Bantuan PIP
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Furtasan menyampaikan bahwa pada tahap penyaluran kali ini, PIP akan diberikan kepada 17.000 siswa di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
Bantuan tersebut terbagi ke dalam jenjang pendidikan:
• SD: Rp450.000
• SMP: Rp750.000
• SMA/SMK: Rp1.800.000
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, akan diupayakan peningkatan nilai bantuan PIP untuk siswa SD, bahkan sedang diinisiasi agar program serupa juga menjangkau anak-anak usia TK.
Transparansi dan Akses yang Merata
Sesi dialog menjadi bagian paling hidup dalam kegiatan ini. Wali murid menyampaikan beragam masukan, mulai dari proses pendaftaran hingga kendala teknis pencairan dana di lapangan.
“Kalau siswa sudah memiliki nomor rekening, dana akan langsung ditransfer oleh Bank BRI melalui koordinasi sekolah. Sementara bagi yang belum, pihak sekolah akan mengajukan terlebih dahulu agar tidak tertunda,” jelas Furtasan secara lugas.
Ia juga menekankan bahwa proses pencairan memerlukan waktu antara dua minggu hingga satu bulan, tergantung verifikasi dan administrasi masing-masing sekolah.
Lebih dari Beasiswa: Revitalisasi Sekolah Swasta dan Negeri
Tak hanya membahas PIP, Prof. Furtasan juga menyinggung program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang sedang ia perjuangkan di Komisi X DPR RI.
“Untuk sekolah yang rusak atau tidak layak, tersedia anggaran hingga Rp500 juta per sekolah. Ini berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta, selama memenuhi kriteria,” terangnya.
Suara Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi
Menutup kegiatan, Furtasan mengajak seluruh peserta untuk terus mengawal program ini bersama-sama. Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menyampaikan kendala agar proses penyaluran bantuan bisa terus diperbaiki.
“Setiap suara Bapak dan Ibu sangat berarti. Jangan ragu untuk menyampaikan kendala, karena ini bukan sekadar bantuan, ini adalah hak anak-anak kita untuk meraih masa depan lebih baik,” ujarnya.
Apresiasi dari Sekolah dan Warga
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah, Endang Yusro, menyampaikan harapan agar aspirasi dari sekolah swasta juga terus diperjuangkan di forum DPR RI.
Sementara itu, Susi, wali murid dari SDIT Khairunnas, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, kami merasa didengar. Terima kasih kepada Pak Furtasan yang mau hadir langsung, mendengar dan memberi solusi. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sekolah anak saya,” ujarnya haru.
Menjembatani Harapan dan Kebijakan
Kegiatan serap aspirasi ini menjadi cerminan nyata bagaimana wakil rakyat dapat menjadi jembatan antara kebijakan nasional dan kebutuhan lokal, antara anggaran negara dan wajah-wajah harapan di ruang kelas.
Dengan sinergi yang terus dibangun antara DPR RI, pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan Program Indonesia Pintar (PIP) benar-benar menjadi pijakan bagi lahirnya generasi Banten yang cerdas, tangguh, dan berkarakter mulia. (*)





Discussion about this post