TANGERANG, BANPOS – Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, mengakui dirinya telah gagal melindungi anak di Kabupaten Tangerang sejak awal ia menjabat sebagai orang nomor satu di Tangerang.
Hal tersebut ia sampaikan pada momentum Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Tangerang yang digelar pada Selasa (29/7).
Maesyal menjelaskan, pada tahun 2023 lalu kekerasan anak di Tangerang berjumlah 174 kasus.
Tahun 2024 bertambah menjadi 227 kejadian, dan pada tahun 2025 sampai dengan Juni sudah 102 Kasus.
“Kalau enam bulan kali dua berarti 204. Masih meningkat di tahun 2023 turun memang dari 2024,” kata Maesyal.
“Berarti saya gagal ya untuk membina (melindungi) anak. Menyosialisasikan sekaligus juga memelihara supaya keluarga ini harmonis atau kekerasan ini supaya jangan bertambah,” tegasnya dengan haru.
Ia memaparkan, harus ada kolaborasi antar pihak terutama jajaran pemerintahan di Kabupaten Tangerang.
Mulai dari tingkat Pemerintah Kabupaten hingga Kelurahan dan Desa agar sosialisasi digencarkan.
Bahkan, ia menegaskan akan ada penilaian khusus jika ada wilayah yang masih tinggi angka kekerasan terhadap anak di Tangerang.
“Pak Camat, Pak Lurah, sekali lagi saya mohon. Nanti ada ponten dari Pemda, dari kami, setiap kecamatan, apakah ada orang tua menyiksa sampai meninggal lagi? Ini salah satu kriteriannya mungkin nanti kepada Pak Camat,” tegasnya.
Ia berharap, ke depannya anak-anak di Kabupaten Tangerang dapat tumbuh secara hebat dan ceria.
“Tutup (kekerasan) sama kita di sini. Kita tutup sama kita di sini, jangan terjadi lagi kekerasan suami ke istri, istri ke suami, ke anak juga. Tutup sekarang. Kita sekarang berangkat dengan ceria,” tandasnya. (*)



Discussion about this post