JAKARTA, BANPOS – PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN bidang kontruksi menyediakan sarana sanitasi melalui pembangunan jamban sehat dan septik tarik di Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Upaya tersebut, sebagai bukti nyata komitmen dalam mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam pilar sosial dan lingkungan dengan melaksanakan program Abipraya Sehat, berupa peningkatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Program ini sejalan dengan misi asta cita yang dirancang oleh Presiden Prabowo untuk memperkuat kesehatan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, diresmikan pada 15 Juli 2025, diharapkan penyediaan STBM yang prima ini dapat memperkuat kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya melalui praktik sanitasi yang baik.
“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap deklarasi Kelurahan Cipinang Cempedak sebagai wilayah ODF (Open Defecation Free),” ucapnya di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Lewat program Abipraya Sehat ini, Brantas Abipraya ingin mewujudkan kepeduliannya dengan penyediaan STBM yang berkualitas dapat memberikan dampak pada penurunan angka kesakitan akibat penyakit yang berhubungan dengan sanitasi, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Menurut Dian, selain berfokus pada perbaikan sistem sanitasi, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada dua target utama.
“Target 3.9 pada tahun 2030 untuk secara signifikan mengurangi jumlah kematian dan penyakit akibat paparan zat kimia berbahaya, serta polusi dan kontaminasi udara, air, dan tanah,” katanya.
Serta Target 6.2 yang menetapkan tujuan untuk memastikan akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang layak dan merata bagi semua orang.
Dan mengakhiri praktik buang air besar sembarangan, dengan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan perempuan dan anak perempuan serta kelompok masyarakat rentan, pada tahun 2030.
Dian menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya berhasil membangun 17 titik tangki septik pribadi, 2 tangki septik komunal, 1 unit WC umum yang telah direvitalisasi agar berdampak langsung pada 10 KK, dan pengurangan pembuangan limbah langsung ke sungai dari 30 KK.
Pembangunan tersebut dilakukan di beberapa RT/RW yaitu RT 013/05, RT017/04, RT06/04, RT09/04, dan RT10/07 dengan melibatkan kolaborasi aktif antara masyarakat, tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta dukungan dari pihak kelurahan.
Sistem tangki septik yang digunakan memiliki keunggulan dari segi efisiensi penggunaan lahan, ketahanan material, serta waktu pengerjaan yang cepat sekitar tiga hingga empat hari untuk tiap unit.
Membuktikan keseriusannya, program ini pun membawa Brantas Abipraya kembali memenangkan penghargaan bergengsi dalam ajang Derap Kerja Sama Jakarta (DKJ) 2025 yang diikuti oleh BUMN, BUMD, Yayasan/Komunitas yang memiliki impact untuk kemajuan DKI Jakarta.
Penghargaan yang langsung diserahkan oleh Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta dan Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, melalui penghargaan Derap Kerjasama Jakarta 2025.
Dian memastikan, Brantas Abipraya semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan. Tetapi juga, berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas hidup untuk generasi masa depan.
“Sebagai agen pembangunan Brantas Abipraya, penerapan STBM yang baik ini akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan mendukung pencapaian target pembangunan sanitasi nasional,” pungkas Dian. (RM.ID)

Discussion about this post