Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Politik di Negeri Jiran Memanas, Mahathir Ikut Demo Tuntut Anwar Mundur

by Tim Redaksi
Juli 28, 2025
in INTERNASIONAL
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam aksi tuntut PM Malaysia Anwar Ibrahim mundur.

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam aksi tuntut PM Malaysia Anwar Ibrahim mundur.

JAKARTA, BANPOS – Politik di Malaysia sedang memanas. Ribuan warga negeri jiran itu, berunjuk rasa menuntut Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim mundur. Bahkan, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad ikut turun ke jalanan mendukung para demonstran.

Ribuan orang tumpah ruah ke jalanan dan berkumpul di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Sabtu (26/7/2025). Mereka menggelar aksi bertajuk “Turun Anwar”.

Baca Juga

Disnaker Lebak Optimalkan Pelatihan Calon PMI Agar Profesional

Disnaker Lebak Optimalkan Pelatihan Calon PMI Agar Profesional

November 19, 2025
Tak Mau Ribut Soal Blok Ambalat Presiden Prabowo Pilih Jalur Damai

Tak Mau Ribut Soal Blok Ambalat Presiden Prabowo Pilih Jalur Damai

Agustus 8, 2025
Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim saat bertemu di Kuala Lumpur.

Digoyang Mahathir Cs, Anwar Ibrahim Temui Prabowo

Juli 29, 2025
Timnas U-23

Timnas Indonesia Siap Ganyang Malaysia

Agustus 18, 2023

Massa aksi menilai, di masa pemerintahan Anwar, biaya hidup meningkat. Mereka juga menganggap Anwar gagal memberikan reformasi yang dijanjikan. Aksi yang diinisiasi partai oposisi seperti Partai Islam Se-Malaysia (PAS) dan Bersatu ini, menjadi yang terbesar sejak Anwar berkuasa pada 2022.

Aksi massa dimulai dari sejumlah titik. Seperti Masjid Negara, Masjid Jamek, Sogo Mall, dan Central Market. Puncaknya, ribuan orang berkumpul di Dataran Merdeka.

Massa yang mayoritas memakai pakaian hitam meneriakkan “Undur! Undur! Anwar!” dan “Bangkit! Bangkit! Rakyat!” sembari membawa berbagai spanduk bertuliskan “Turun Anwar”.

Meski hujan rintik turun sepanjang aksi, semangat pengunjuk rasa tak kendur. Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad bahkan ikut berorasi. Dia bergabung dengan sejumlah tokoh oposisi seperti mantan PM Muhyiddin Yassin, Dominic Lau, dan Azmin Ali

Mahathir, yang berusia hampir 100 tahun ini, mengecam Anwar atas kegagalan memenuhi janji reformasi dan mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok. “Sudah tiga tahun, apa yang rakyat dapatkan? Anwar menikmati, rakyat menderita,” ucap Mahathir, dalam orasinya disambut sorak sorai massa aksi.

Mahathir meminta Anwar mencontoh pemimpin dunia yang mundur saat menghadapi tekanan dan ketidakpercayaan publik. Dia juga mempertanyakan legitimasi pemerintahan Anwar yang menurutnya terbentuk dari koalisi rapuh setelah Pemilu tidak memberikan hasil mayoritas tiga tahun lalu.

“Anda bukan Perdana Menteri karena pilihan rakyat. Sekarang rakyat ingin Anda mengundurkan diri. Anda tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi PM,” ucap mantan mentor Anwar ini.

Muhyiddin ikut berorasi. Dia menuduh pemerintahan Anwar tak peduli rakyat. Ketua Perikatan Nasional itu menyebut, harga aneka kebutuhan pokok terus naik.

“Saya pernah bekerja sama dengan Anwar. Tetapi, saya tak bisa lagi mengabaikan kesusahan warga,” ungkapnya.

Ketua Partai Gerakan Dominic Lau menyoroti biaya kunjungan luar negeri Anwar. Dalam delapan bulan, kata Lau, Anwar menyambangi 30 negara. Setiap kunjungan menghabiskan 500 ribu ringgit (setara Rp 1,9 miliar). Dia menyindir, perjalanan Anwar lebih banyak menghasilkan foto dan video untuk dipajang. “Mana hasilnya?” ledeknya.

Mantan sekutu politik Anwar yang juga tokoh penting reformasi Azmin Ali mengingatkan, dukungan rakyat membawa Anwar berkuasa. Dukungan itu pula yang dapat menumbangkannya.

Dataran Merdeka, pusat aksi demonstrasi, bermakna historis bagi Anwar. Di tempat inilah gerakan reformasi dimulai pada 1998 setelah Anwar dipecat dari kabinet oleh Mahathir. “Terakhir kali aku menahanmu, hari ini aku akan menjatuhkanmu,” teriak Azmin Ali.

Ketua Bersatu Hamzah Zainudin juga menyoroti kebijakan bantuan tunai 100 ringgit (sekitar Rp 380 ribu) untuk warga, yang diumumkan Anwar 23 Juli 2025. Dia menyebut, kebijakan ini tak tepat sasaran dan seharusnya diprioritaskan untuk kelompok berpenghasilan rendah.

“Rakyat bukan minta 100 ringgit, tapi Anwar turun,” kata Hamzah, yang memimpin doa dalam aksi ini.

Aksi juga diisi dengan teaterikal. Ketua Wanita Bersatu Mas Ermieyati Samsudin memimpin nyanyian parodi berjudul “ABCD-SST”. Isinya mengejek kenaikan pajak penjualan dan jasa (SST). Sementara, perwakilan Partai Rakyat India Malaysia (MIPP) dan Gerakan memimpin yel-yel dalam bahasa Tamil dan Mandarin.

“Aksi protes ini mewakili seluruh rakyat Malaysia, bukan hanya satu kelompok etnis atau agama,” kata orator.

Menanggapi aksi ini, Anwar tetap tenang. Dia menyampaikan doa keselamatan bagi para demonstran lewat akun Facebook resminya. Anwar menegaskan, dia menghormati kebebasan berpendapat dan siap menerima kritikan.

“Kritik dan perbedaan pandangan tidak boleh dipandang sebagai permusuhan,” tulisnya, sambil menekankan kritik seharusnya disampaikan di parlemen, bukan di jalanan.

Beberapa hari sebelum aksi besar ini, Anwar mengeluarkan kebijakan perbaikan ekonomi. Pemerintahannya memberikan bantuan tunai senilai 100 ringgit kepada seluruh warga dewasa di Malaysia. Anwar juga berjanji akan menurunkan harga BBM menjadi 1,99 ringgit setara Rp 7.700 dari harga sebelumnya 2,05 ringgit atau setara Rp 7.900

Anwar mengklaim, dia tidak pernah bersekongkol jahat dan mengkorupsi uang negara. Semua kontrak Pemerintah, melalui tender vendor yang terbuka dan transparan.

“Jika saya mencuri uang rakyat, mereka oposisi baru boleh mendesak saya mundur. Tapi saya tidak melakukannya,” ucap Anwar, seperti dikutip New Straits Times.

Anwar pun menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya. Kecuali menghadapi mosi tidak percaya di Parlemen. “Insya Allah, saya tak akan mundur. Jika tak ada mosi percaya, oposisi harus menunggu Pemilu mendatang,” tegasnya.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail menyebut, demonstrasi ini upaya oposisi yang kekurangan dukungan di parlemen untuk menggoyang Anwar melalui mosi tidak percaya. Meski demikian, Pemerintah Malaysia menghormati hak berkumpul rakyat. (RM.ID)

Tags: Anwar IbrahimMahathir MohamadMalaysiaPerdana MenteriPolitik Malaysia
ShareTweetSend

Berita Terkait

Disnaker Lebak Optimalkan Pelatihan Calon PMI Agar Profesional
PEMERINTAHAN

Disnaker Lebak Optimalkan Pelatihan Calon PMI Agar Profesional

November 19, 2025
Tak Mau Ribut Soal Blok Ambalat Presiden Prabowo Pilih Jalur Damai
NASIONAL

Tak Mau Ribut Soal Blok Ambalat Presiden Prabowo Pilih Jalur Damai

Agustus 8, 2025
Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim saat bertemu di Kuala Lumpur.
INTERNASIONAL

Digoyang Mahathir Cs, Anwar Ibrahim Temui Prabowo

Juli 29, 2025
Timnas U-23
OLAHRAGA

Timnas Indonesia Siap Ganyang Malaysia

Agustus 18, 2023
OLAHRAGA

Jojo Dan Bakri Ganyang Malaysia

Juli 27, 2023
Batita di Malaysia Positif Narkoba
INTERNASIONAL

Batita Di Malaysia Positif Narkoba, Sang Ibu Ditahan

Juli 13, 2023
Next Post
Polda Banten amankan 24 remaja cegah kejahatan lewat patroli malam

Polda Banten Mengamankan 24 remaja cegah kejahatan lewat patroli malam

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh