JAKARTA, BANPOS – Organisasi Anti-Doping Indonesia (IADO) dan Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) memperkuat koordinasi guna memastikan pengawasan doping berjalan optimal dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 14–20 Oktober.
Kejuaraan dunia yang akan diikuti 600 atlet dari 78 negara ini menjadi ajang penting karena berstatus sebagai kualifikasi resmi menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Dengan skala dan urgensi sebesar itu, standar pengawasan doping yang ketat menjadi bagian tak terpisahkan dari penyelenggaraan.
“Federasi Gimnastik Indonesia sangat terbuka dan kooperatif dalam proses koordinasi. Mereka menyampaikan data persiapan secara rinci, termasuk fasilitas yang dapat digunakan oleh tim kami,” kata Ketua Umum IADO Gatot Sulistiantoro Dewa Broto dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Dalam struktur penugasan, International Testing Agency (ITA) akan bertindak sebagai Testing Authority, sedangkan IADO ditunjuk sebagai penyedia Sample Collection Personnel (SCP) atau petugas pengambil sampel. Penunjukan ini merupakan ketentuan yang ditetapkan langsung oleh Federasi Senam Internasional (FIG).
Menurut Gatot, dukungan Federasi Gimnastik Indonesia tidak hanya dalam bentuk data dan fasilitas, tetapi juga mencakup jumlah SCP yang dibutuhkan dan pemberian akses lapangan yang memadai bagi tim anti-doping untuk melakukan pemantauan mobilitas atlet dan pengambilan sampel.
Hal ini penting agar tidak ada kendala dalam proses pemeriksaan. IADO mengapresiasi FGI karena memahami pentingnya fair play dan integritas kompetisi, terlebih ini ajang kualifikasi menuju Olimpiade.
IADO menegaskan keberhasilan pengawasan doping tak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga sinergi dengan penyelenggara. Dalam hal ini, IADO menyebut kerja sama dengan FGI sebagai contoh positif yang layak diterapkan pada event internasional lainnya. (ANTARA)







Discussion about this post