Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

PBI Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten

by Diebaj Ghuroofie
Juli 27, 2025
in PARIWISATA
PBI Dorong Kebaya Jadi Identitas Perempuan Banten

SERANG, BANPOS – Dalam peringatan Hari Kebaya Nasional, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Banten menggelar acara budaya di Pendopo Lama, Kota Serang.

Acara ini menjadi ruang pernyataan bahwa kebaya bukan sekadar busana warisan, melainkan identitas budaya yang hidup, khususnya bagi perempuan Banten.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026

Ketua PBI Banten, Ina Suhud, menegaskan pentingnya mengembalikan kebaya sebagai bagian dari keseharian, bukan hanya dikenakan saat acara adat atau seremoni.

“Kebaya mencerminkan keanggunan, kekuatan, dan kecerdasan perempuan. Ia adalah simbol nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi,” ujar Ina.

Banten sendiri memiliki sejarah panjang dalam tradisi berpakaian. Kebaya Panjang khas Banten, sering disebut juga kebaya Betawi-Banten, merupakan bagian dari identitas perempuan pesisir, khususnya di wilayah Serang dan sekitarnya.

Modelnya panjang, sederhana, dan cenderung tertutup, mencerminkan nilai kesopanan dan religiusitas yang kuat di masyarakat Banten.

“Sayangnya, kebaya Banten kini mulai jarang terlihat, kecuali dalam peringatan budaya atau upacara adat. Kami ingin menghidupkannya kembali, terutama di kalangan generasi muda,” tambah Ina.

Dalam acara yang diisi dengan tarian nusantara oleh anak-anak dan ibu-ibu pengurus PBI Banten, seluruh peserta mengenakan berbagai ragam kebaya, termasuk kebaya Banten.

Mereka ingin menunjukkan bahwa kebaya bisa tampil modern tanpa kehilangan makna budayanya.

Gerakan ini juga sejalan dengan upaya Indonesia mendaftarkan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia ke UNESCO, bersama negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Di Indonesia sendiri, kebaya memiliki banyak varian lokal dari kebaya encim, kebaya kutu baru, kebaya Bali, hingga kebaya Panjang khas Banten masing-masing dengan filosofi dan karakteristik kulturalnya.

“Di Banten, kebaya bukan hanya soal estetika, tapi juga bagian dari konstruksi sosial perempuan. Ia merepresentasikan cara perempuan membawa martabat, spiritualitas, dan relasi dengan komunitasnya,” kata Tinawati, tokoh perempuan Banten yang turut mendukung kegiatan ini.

Meski baru berdiri sembilan bulan, PBI Banten telah aktif memperkenalkan kembali kebaya ke ruang-ruang publik, termasuk melalui media sosial.

“Kami ingin kebaya hadir di sekolah, kantor, pasar, dan ruang keluarga. Tidak perlu menunggu acara resmi untuk mengenakannya,” jelas Ina.

PBI Banten percaya, perjuangan budaya tidak harus dimulai dari panggung besar.

Justru dari langkah-langkah kecil dan sederhana, seperti mengenakan kebaya ke tempat kerja atau mengunggah foto kebaya ke media sosial, akan lahir kesadaran kolektif untuk mencintai identitas diri dan budayanya. (*)

Tags: budaya BantenHari Kebaya NasionalIna SuhudKebaya Bantenkebaya Betawi-Bantenkebaya sebagai identitas budayakebaya UNESCOKota SerangPBI Bantenperempuan BantenPerempuan Berkebaya IndonesiaProvinsi BantenTinawatiWarisan Budaya Takbenda
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Next Post
Kelompok KKM 72 UNIBA Soroti Pentingnya Pendidikan di Desa Damping-Pamarayan

Kelompok KKM 72 UNIBA Soroti Pentingnya Pendidikan di Desa Damping-Pamarayan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh