CILEGON, BANPOS – Sebanyak lima posisi jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon hingga kini masih belum terisi.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, memastikan proses pengisian jabatan dilakukan secara objektif dan tidak ada praktik jual beli jabatan.
“Kita ada lima yang kosong, tapi detilnya nanti. Yang pasti, prosesnya kita pastikan objektif, tidak ada jual beli jabatan,” kata Fajar, Kamis (24/7).
Ia menjelaskan, Pemkot tengah berupaya menerapkan sistem manajemen talenta dalam proses rotasi dan mutasi.
Hal itu dilakukan agar penempatan pejabat sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.
“Kesulitan kita di Cilegon adalah karena baru mulai membangun manajemen talenta dengan SK baru. Kita ingin semuanya dijalankan seobjektif mungkin,” ungkapnya.
Fajar mengakui banyak pihak mempertanyakan proses rotasi-mutasi. Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan akhir berada di tangan Wali Kota.
“Banyak yang bertanya, tapi yang menentukan hanya Walikota. Itu hak prerogatif kepala daerah,” tegasnya.
Terkait mekanisme, ia memastikan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai aturan, termasuk melalui pembentukan panitia seleksi (pansel) untuk jabatan-jabatan tertentu.
“Inspektorat harus punya pansel. Kita lakukan semua sesuai prosedur, termasuk izin teknis yang lebih detail,” katanya.
Fajar menambahkan, Pemkot berencana menggelar konferensi pers setelah seluruh proses selesai untuk memberikan penjelasan resmi kepada publik.
“Nanti, jika proses sudah berjalan dengan baik, kita akan adakan press conference,” ujarnya.
Ia juga menghimbau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tetap fokus menjalankan tugas dan tidak mudah terpancing isu rotasi-mutasi yang bersumber dari informasi tidak jelas.
“Saya titip kepada OPD untuk tetap fokus pada tugas masing-masing. Jangan mudah percaya isu liar. Misalnya, ada eselon III datang ke saya, katanya mau dipindah ke Satpol PP. Sumbernya dari mana? Harus hati-hati,” tutur Fajar.
Menurutnya, pertanyaan seputar mutasi sebaiknya langsung ditunjukkan kepada pihak yang berwenang.
“Kalau mau tanya soal rotasi-mutasi, tanya langsung ke Walikota atau Wakil Wali Kota. Tidak ada sumber lain,” ujarnya.
Menanggapi kabar bahwa ada pejabat yang mengincar jabatan tertentu, Fajar menegaskan bahwa proses asesmen selama ini berjalan secara kekeluargaan dan tanpa tekanan.
“Asesmen kita jalankan dengan suasana harmonis dan guyub. Tidak ada yang maksa atau minta jabatan tertentu. Mereka rata-rata siap ditempatkan di mana saja,” jelasnya.
Adapun asesmen terhadap enam pejabat sebelumnya, menurut Fajar, dilakukan karena masa jabatan mereka sudah habis.
“Kemarin enam orang kita asesmen karena masa jabatan mereka kadaluarsa. Tapi dalam penentuannya tetap kita lihat aspek kedinasan dan kompetensi manajerialnya,” tandas Fajar (*)



Discussion about this post