JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,23 persen ke level Rp 16.333 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.295 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan melemah 0,35 persen, peso Filipina melemah 0,34 persen, won Korea minus 0,31 persen, yen Jepang melemah 0,25 persen, baht Thailand anjlok 0,15 persen, dolar Singapura turun 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,09 persen, dan yuan China melemah 0,08 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,21 persen ke level 97,32. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,20 persen ke level Rp 22.046 dan terhadap dolar Australia menguat 0,24 persen ke level Rp 10.751.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data klaim pengangguran AS yg lebih rendah dari perkiraan.
“Data tersebut menunjukkan sektor pekerjaan di Amerika Serikat masih kuat. Namun, pelemahan kemungkinan terbatas oleh sentimen risk on yang masih kuat dan didukung inflow asing di pasar ekuitas,” jelasnya, Jumat (25/7/2025).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga belum lama ini berkunjung ke kantor pusat Federal Reserve. Investor melihat kunjungan ini memperlihatkan adanya penghentian pertimbangan untuk mengganti Kepala The Fed Jerome Powell.
Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah berada dalam rentang Rp 16.250 per dolar AS hingga Rp 16.350 per dolar AS sepanjang hari ini. (RM.ID)



Discussion about this post