Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Indonesia Siap Pimpin Dialog Negara Selatan Untuk Kolaborasi Bahas AI

by Tim Redaksi
Juli 23, 2025
in INTERNASIONAL
Indonesia Siap Pimpin Dialog Negara Selatan Untuk Kolaborasi Bahas AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.

JAKARTA, BANPOS – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa Indonesia siap untuk memimpin dialog negara-negara Selatan (Global South) untuk bisa menguatkan kolaborasi merumuskan regulasi kawasan tentang kecerdasan artifisial (AI) yang adil dan berdaulat.

“Indonesia punya komitmen kuat untuk mendorong kolaborasi Global South. Saat bertemu Direktur Jenderal UNESCO, Gabriel Ramos, setahun lalu, beliau justru meminta Indonesia mengambil peran memimpin dialog negara Selatan,” kata Nezar dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (23/07/2025).

Baca Juga

Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi

Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi

Oktober 23, 2025
Wakil Menteri Komunikasi Dan Digital Soroti Tantangan Jurnalisme Di Tengah Perkembangan AI

Wakil Menteri Komunikasi Dan Digital Soroti Tantangan Jurnalisme Di Tengah Perkembangan AI

September 25, 2025

Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Umumkan Tiga Pemenang, KSK 2026 Resmi Dibuka

Agustus 25, 2025
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri). (Foto: Tedy Kroen/RM)

Semenjak Januari Penerima MBG Tembus 6 Juta

Juli 17, 2025

Komitmen ini juga disampaikannya saat bertemu dengan dengan Direktur AI, Emerging Tech & Regulation, International Fund for Public Interest Media (IFPIM) APAC, Irene Jay Liu; Executive Director of the Associação de Jornalismo Digital (Ajor) Brasil, Maia Fortes; dan Head of GIBS Media Leadership Think Tank South Africa, Michael Markovitz.

Menurut Nezar, Indonesia telah mengajukan diri sebagai tuan rumah UNESCO Global Forum for Ethics of AI untuk 2026.

Dalam forum itu, Nezar mengusulkan diselenggarakannya pertemuan negara-negara Selatan untuk secara khusus membahas kedaulatan AI, dan peran jurnalisme di tengah disrupsi AI.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah kemauan politik yang kuat dari negara-negara Selatan. Kita harus punya instrumen untuk duduk bersama dan berdialog dengan para raksasa teknologi, guna menciptakan ekosistem digital yang sehat dan adil, termasuk bagi jurnalisme berkualitas,” tegasnya.

Nezar juga mengungkap hasil pertemuannya dengan Utusan Teknologi PBB Amandeep Singh Gill beberapa waktu lalu, diskusi itu menekankan urgensi kerja sama lebih erat antar negara berkembang dalam menghadapi regulasi global AI yang masih dalam tahap awal.

Apalagi dalam lanskap global, Nezar menyebutkan pengaturan AI saat ini banyak dibahas di negara-negara maju. Misalnya regulasi AI dengan dekrit presiden seperti di AS, atau dalam bentuk awal undang-undang seperti AI Act di Uni Eropa dan kebijakan di Korea Selatan.

Sementara negara-negara Global South dinilai belum memiliki ruang advokasi yang cukup kuat, maka dari itu penting untuk mewujudkan kolaborasi agar negara-negara berkembang juga bisa ikut ambil bagian dan tak tertinggal merespon kemajuan dan perkembangan AI di tingkat kawasan.

“Hingga kini, belum ada regulasi permanen soal AI. Ini momentum emas bagi negara-negara Selatan untuk bersama-sama menyusun sikap, terutama soal kedaulatan digital,” katanya.

Menanggapi inisiatif dari delegasi Afrika Selatan, Nezar juga menyoroti pentingnya memanfaatkan forum-forum global termasuk forum M20, yaitu Pertemuan Menteri Komunikasi negara anggota G20 yang akan digelar tahun depan.

“Forum M20 bisa jadi momentum penting. Tapi kita butuh lebih dari sekadar pernyataan politik. Kita butuh komitmen nyata, misalnya membentuk sekretariat atau forum tetap yang bisa menyuarakan posisi kita secara kolektif menghadapi ekosistem digital yang timpang,” ungkapnya.

Dalam berbagai forum global mengenai AI, Indonesia menegaskan kesiapan menjadi penghubung dialog strategis di kawasan, tidak hanya untuk memperjuangkan hak-hak penerbit, tetapi juga untuk membangun tata kelola AI global yang inklusif, etis, dan setara.(ANTARA)

Tags: Irene Jay LiuMichael MarkovitzNezar PatriaUNESCO Global Forum for Ethics of AI
ShareTweetSend

Berita Terkait

Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi
GAYA HIDUP

Kemkomdigi Meminta Pengembang AI Transparan Kembangkan Inovasi

Oktober 23, 2025
Wakil Menteri Komunikasi Dan Digital Soroti Tantangan Jurnalisme Di Tengah Perkembangan AI
GAYA HIDUP

Wakil Menteri Komunikasi Dan Digital Soroti Tantangan Jurnalisme Di Tengah Perkembangan AI

September 25, 2025
GAYA HIDUP

Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 Umumkan Tiga Pemenang, KSK 2026 Resmi Dibuka

Agustus 25, 2025
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri). (Foto: Tedy Kroen/RM)
NASIONAL

Semenjak Januari Penerima MBG Tembus 6 Juta

Juli 17, 2025
Erick Thohir
PERISTIWA

Ini Apresiasi, Sekaligus Motivasi Bagi Kementerian BUMN

Juli 17, 2023
Next Post
Mandek Lima Bulan, Kuasa Hukum Nilai Ada Pembiaran pada Kasus Pencabulan Anak di Markas Polisi

Mandek Lima Bulan, Kuasa Hukum Nilai Ada Pembiaran pada Kasus Pencabulan Anak di Markas Polisi

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh