JAKARTA, BANPOS – Presiden Prabowo Subianto memulai revolusi ekonomi dari akar rumput. Senin (21/7/2025) pagi, 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi diluncurkan. Lewat koperasi ini, Presiden ingin mengembalikan kedaulatan ekonomi berawal dari desa.
Usai menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo pada Minggu (20/7/2025) malam, Prabowo langsung bertolak ke Klaten, Jawa Tengah. Di Klaten, Prabowo meresmikan program nasional Kopdes Merah Putih. Tepatnya di Desa Bentangan, Wonosari, Klaten.
Sepanjang perjalanan antara Solo-Klaten, Prabowo disambut hangat dan antusias masyarakat. Mereka berdiri di sepanjang jalan yang dilalui rombongan Presiden, sembari menyuarakan dukungan dengan meneriakkan nama Prabowo. “Pak Prabowo, Pak Prabowo,” katanya, sambil melambaikan tangannya.
Mengenakan safari cokelat dan peci hitam, Presiden Prabowo membalas sapaan masyarakat dengan senyum dan lambaian tangan dari sunroof mobil yang ia tumpangi. Prabowo sempat membagikan kaos kepada masyarakat yang berdiri di sepanjang rute perjalanan menuju Desa Bentangan.
Kehangatan dan keakraban warga terus berlanjut saat Presiden tiba di lokasi acara pukul 10.48 WIB. Ribuan warga kembali menyambutnya dengan sorak dan antusiasme tinggi. Presiden membalasnya dengan lambaian tangan.
“Selamat datang, Bapak Prabowo!” teriak para peserta yang hadir menyambut kedatangan Kepala Negara.
Turut hadir menyambut Presiden di lokasi, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan para kepala desa dari seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Prabowo kemudian duduk diapit Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Disusul laporan yang disampaikan Menko Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, Zulkifli Hasan. Selanjutnya Prabowo menyampaikan pidato di hadapan peserta yang mengikuti acara.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan koperasi adalah senjata bangsa lemah untuk bangkit menjadi kuat dan melawan dominasi pengusaha besar yang serakah. Prabowo mengibaratkannya seperti lidi.
“Jika puluhan, ratusan lidi disatukan, jadilah kekuatan,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, koperasi adalah bentuk nyata dari gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Selama ini, kata dia, sistem ekonomi membiarkan petani terus-menerus dirugikan. Mulai dari akses pupuk, transportasi hasil panen, hingga permainan harga oleh tengkulak dan penggilingan padi besar.
“Puluhan tahun, petani kita dibeli hasil panennya sebelum panen, dengan harga yang sudah ditekan. Ini harus dipotong! Dan untuk memotongnya, kita butuh langkah besar,” ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan masih adanya perusahaan penggilingan padi nakal yang memainkan harga gabah dan beras. Eks Danjen Kopassus itu berjanji akan menindak pengusaha-pengusaha yang serakah. Ia merujuk langsung pada Pasal 33 UUD 1945 yang memberi dasar hukum kuat bagi negara untuk mengatur cabang produksi penting. (RM.ID)

Discussion about this post