JAWA TENGAH, BANPOS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau langsung pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah pedesaan yang belum sepenuhnya terlistriki.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat elektrifikasi hingga ke pelosok, termasuk dusun dan kelurahan.
“Di Jawa Tengah, jaringan listriknya sudah sangat maksimal. Hari ini kita cek beberapa rumah yang disambung langsung oleh pemerintah. Gratis. Jaringannya sudah ada, tinggal disambung,” ujar Bahlil, dalam keterangan pers Jumat (18/7/2025).
Program BPBL merupakan inisiatif Kementerian ESDM bekerja sama dengan PT PLN (Persero). Melalui program ini, warga tidak mampu mendapatkan sambungan listrik secara gratis, termasuk pemasangan kWh meter, instalasi rumah, dan penerangan dasar. Semuanya dibiayai oleh APBN.
Paket bantuan yang diterima warga mencakup instalasi listrik rumah dengan tiga titik lampu, satu kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan daya 900 VA, serta voucher listrik senilai Rp 100 ribu.
Muhammad Taifur, salah satu penerima manfaat BPBL, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Sebelumnya saya numpang listrik dari orang tua. Rasanya tidak nyaman. Setelah dapat bantuan dari pemerintah, PLN, dan Bapak Prabowo, rasanya seperti mimpi,” kata Taifur.
Tahun 2024 lalu, program BPBL telah menyambungkan listrik ke 155.429 rumah di seluruh Indonesia. Jawa Tengah sendiri mendapat alokasi 18.953 sambungan. Untuk tahun 2025, alokasi BPBL ditargetkan naik menjadi 170.000 sambungan secara nasional, dengan Jawa Tengah direncanakan menerima 21.500 sambungan. (RM.ID)

Discussion about this post