JAKARTA, BANPOS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah.
Program tersebut merupakan langkah awal meletakkan dasar pendidikan yang penuh rasa cinta, saling menghormati, dan memuliakan murid.
MPLS bukan sekadar kegiatan tahunan seremonial, melainkan momentum penting untuk menanamkan karakter positif sejak dini pada peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, MPLS 2025 diberi nama MPLS Ramah, sebuah langkah awal untuk meletakkan dasar pendidikan yang penuh rasa cinta, saling menghormati, dan memuliakan para murid.
“Kita berusaha menjadikan sekolah sebagai rumah kita, sebagai tempat di mana kita tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga membangun karakter dan membentuk kepribadian utama anak-anak kita,” kata Menteri Mu’ti, saat menyampaikan pesan motivasi di hadapan murid SD, SMP, SMA, dan SMK dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
MPLS Ramah adalah kegiatan orientasi yang dilakukan di awal tahun ajaran baru untuk murid baru. Tujuan utamanya adalah membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, baik dari segi fisik, sosial, akademik, maupun nilai-nilai budaya sekolah.
“Kalian semua, pada tahun ini akan mendapat pengalaman dan teman baru. Mari kita menciptakan suasana belajar yang ceria,” ujarnya, secara daring dalam acara Pak Menteri Menyapa Murid dan Guru di Awal Tahun Ajaran Baru 2025/2026.
Jebolan Universitas Flinders, Australia ini juga mengucapkan selamat kepada para murid atas keberhasilan mereka memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Menurutnya, langkah tersebut patut disyukuri karena menjadi harapan baru bagi semua murid dalam menggapai cita-cita.
“Di mana pun kita berada jangan ragu untuk menggapai cita-cita mulia,” ujarnya.
Prinsip pelaksanaan MPLS yang baik merupakan awal pembentukan karakter dan identitas murid yang akan meninggalkan kesan positif yang membantu murid merasa aman, diterima, dan siap belajar di lingkungan barunya.
Mendikdasmen menekankan pentingnya pendekatan yang positif di masa MPLS, melalui penerapan kebiasaan-kebiasaan positif yang dapat membentuk pola pikir dan perilaku yang baik pada murid.
Dia berharap, para murid dapat mengimplementasikan nilai-nilai 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebagai fondasi karakter generasi penerus bangsa.
Misalnya, saat anak-anak bertemu teman saling menyapa dengan ramah, saling mengenal, dan tidak ada kebencian fisik maupun verbal. Dengan begitu, semua merasa nyaman dan semua anak bisa menjadi versi terbaik.
Karakter lain yang harus ditekankan untuk menjadi generasi sukses adalah kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab.
“Apa pun bakat kalian, kalian semua adalah anak-anak Indonesia yang hebat masa depan bangsa,” jelasnya.
Bangun Indonesia Emas 2045
Di Bogor, Jawa Barat, pelaksanaan MPLS mendapat tanggapan positif dari banyak pihak sejak awal pelaksanaan MPLS Ramah, yakni 14 Juli 2025.
Seperti pelaksanaan MPLS di SD Plus Daarul Fudlola Cibinong yang berlangsung meriah dan ceria. Acara diawali dengan upacara dan pelepasan balon, sebagai tanda dimulainya MPLS Ramah.
Suasana pagi itu terasa semarak dan penuh harapan. Barisan siswa berseragam lengkap tampak bersemangat menyambut hari pertama mereka di sekolah baru.
Para guru pun tampak antusias mendampingi dan menyapa peserta didik dengan senyum ramah, menciptakan kesan hangat dan kekeluargaan sejak awal.
Kegiatan MPLS Ramah ini diisi dengan beragam materi pengenalan, permainan edukatif, serta sesi inspiratif yang dirancang untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar peserta didik di lingkungan yang ramah dan menyenangkan.
Kepala Sekolah SD Plus Daarul Fudlola Cibinong Eko Yulianti menyambut baik program MPLS Ramah tersebut. Dia mengakui, MPLS Ramah menumbuhkan karakter siswa.
Eko menjelaskan, MPLS Ramah di SD Plus Daarul Fudlola memiliki banyak nilai positif bagi siswa, karena membantu siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, seperti mengenal guru, teman sebaya dan sarana prasarana sekolah.
Siswa juga membangun interaksi positif dengan warga sekolah seperti guru dan teman di kelasnya maupun di luar kelas, serta menumbuhkan karakter, dan memotivasi mereka untuk belajar. Seperti, disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan rasa empati.
“Selain itu, MPLS juga menjadi ajang pengenalan kurikulum, intrakurikuler dan ekstrakurikuler, budaya sekolah, serta fasilitas dan sarana prasarana sekolah,” kata Eko.
Wanita yang biasa disapa Bunda Eko ini juga memastikan, MPLS di Satuan Pendidikan SD Plus Daarul Fudlola dilaksanakan sesuai instruksi Kemendikdasmen, yaitu penyelenggaraan MPLS Ramah, penuh cinta dan mendidik.
MPLS sebagai program kesiswaan dilaksanakan menekankan pentingnya diberikan pendidikan berkarakter.
“Di samping untuk pengembangan bakat dan minat anak dalam wadah ekstrakurikuler, kami juga berupaya meningkatkan semangat belajar pada anak. Sehingga nantinya akan mencetak siswa yang berprestasi secara akademik dan nonakademik,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan oleh Ani Anggraeni, salah satu guru di SDN Sukaharja 02 Sukamakmur.
Pelaksanaan MPLS Ramah disebutnya membantu siswa baru, untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, termasuk mengenal tata ruang, fasilitas serta aturan sekolah.
Kegiatan MPLS Ramah ini siswa dapat membangun interaksi sosial dengan teman sebaya, guru sehingga merasa lebih nyaman dan diterima.
“Selain itu dengan kegiatan MPLS ini membantu siswa untuk belajar lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab,” kata Ani.
Pelaksanaan MPLS Ramah di SMA Plus PGRI Cibinong, Bogor, juga sama. Sekolah swasta top ini menyambut baik dan memberikan apresiasi atas MPLS Ramah 2025 yang dicanangkan oleh Mendikdasmen.
Menurutnya, ini merupakan sebuah bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan juga membangun karakter.
Kepala Sekolah SMA Plus PGRI Cibinong Iwan Cakrayana mengatakan, MPLS Ramah harus menjadi momentum bagi para peserta didik baru untuk dapat mengenal budaya positif di sekolahnya masing-masing, bukan menjadi ajang perpeloncoan dan juga praktik kekerasan yang dapat merusak psikis dari siswa tersebut.
Karena itu, tagline ini menjadi pengingat sekaligus pedoman bagi seluruh satuan pendidikan untuk dapat melaksanakan MPLS Ramah secara humanis, edukatif dan juga penuh empati.
Iwan berharap, melalui pelaksanaan MPLS Ramah 2025 ini dengan konsisten, maka akan terbentuk ekosistem pendidikan yang sehat dan bebas dari tindakan bullying atau perundungan.
Dengan demikian, siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah secara fisik tapi juga dapat membangun keterhubungan sosial yang positif dan juga berkelanjutan.
“Semoga MPLS Ramah ini dapat menjadi pijakan awal yang baik bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan Indonesia Emas 2045,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, setiap rangkaian kegiatan MPLS Ramah dirancang untuk mendukung pengenalan lingkungan sekolah, penanaman budaya literasi, penguatan profil pelajar Pancasila, serta pembinaan keterampilan abad 21, yaitu 5C (communication, collaboration, creativity, critical thinking, and character). (RM.ID)


Discussion about this post