Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kebijakan GATI: Jawaban dari Fatherless Society?

by Tim Redaksi
Juli 14, 2025
in OPINI, VOX POPULI
Kebijakan GATI: Jawaban dari Fatherless Society?

Oleh : PLURALISA. FD
Mahasiswa S2 Hukum Universitas Indonesia

Surat Edaran Wali Kota Serang Nomor 100/11/Pemt/SE/VII/2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di Hari Pertama patut diapresiasi sebagai sebuah langkah strategis sekaligus simbolik dalam memperkuat peran ayah dalam pengasuhan. Diinisiasi dalam semangat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), kebijakan ini bukan sekadar ajakan moral, tetapi sebuah intervensi sosial yang menyasar akar dari salah satu persoalan keluarga paling serius di Indonesia saat ini, yaitu krisis figur ayah atau fatherless.

Fenomena fatherless, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis, telah menjadi epidemi tersembunyi dalam struktur keluarga modern. Indonesia, menurut beberapa laporan, termasuk negara dengan tingkat fatherless yang tinggi. Menurut data The State of the World’s Fathers (MenCare, 2019), lebih dari 50 persen anak-anak di dunia, termasuk Indonesia, mengalami minimnya keterlibatan ayah dalam aktivitas sehari-hari. Yang mengkhawatirkan, kondisi ini bukan karena ketidakhadiran fisik semata, melainkan karena absennya ayah secara emosional dan spiritual dalam kehidupan anak-anak mereka.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026

Di banyak keluarga urban maupun semiurban, ayah memang tinggal serumah, tetapi secara fungsional absen. Mereka lebih sibuk dengan pekerjaan, peran ekonomi, atau bahkan gawai dan media sosial. Seperti dikemukakan oleh Paul Raeburn dalam bukunya Do Fathers Matter?, peran ayah yang aktif dalam pengasuhan memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak, bahkan sejak usia dini.

Gerakan ini memang tampak sederhana, yakni ayah mengantar anak ke sekolah di hari pertama. Namun simbolismenya kuat. Ini adalah pernyataan kolektif bahwa pengasuhan bukan hanya domain perempuan. Dengan hadir secara fisik dan emosional di momen penting seperti hari pertama sekolah, seorang ayah menunjukkan keterlibatannya sebagai penjaga emosi, penanam nilai, dan sumber rasa aman bagi anak-anaknya. Penelitian oleh Lamb (2004) menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam kegiatan anak sehari-hari meningkatkan empati, kemampuan sosial, serta ketahanan mental anak. Hal ini juga memperkuat ikatan aman atau secure attachment yang sangat penting bagi pembentukan identitas dan kepercayaan diri anak dalam jangka panjang.

Yang menarik dari kebijakan ini adalah pendekatan komunal yang diambil oleh Wali Kota Serang. Ia tidak hanya mendorong partisipasi Aparatur Sipil Negara yang memiliki anak usia sekolah, tetapi juga mengajak mereka menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Artinya, kebijakan ini tidak berhenti pada ranah domestik, tetapi mencoba menjalar menjadi gerakan kultural yang lebih luas. Ini selaras dengan pendekatan masyarakat menyeluruh atau whole of society, di mana transformasi nilai tidak bisa hanya bergantung pada institusi negara atau keluarga semata, tetapi harus diperluas melalui partisipasi komunitas, sekolah, media, dan organisasi sipil.

Tantangan berikutnya adalah memastikan agar gerakan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Gerakan ayah mengantar anak harus menjadi pintu masuk menuju transformasi budaya pengasuhan bahwa kehadiran, kepedulian, dan partisipasi ayah adalah sesuatu yang biasa dan diharapkan. Untuk itu, media lokal maupun nasional, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil harus mengambil peran aktif dalam memperkuat pesan-pesan GATI. Ini penting untuk membalik narasi lama bahwa pengasuhan adalah tugas ibu, menjadi paradigma baru bahwa pengasuhan adalah tugas orang tua.

Seperti ditegaskan oleh UNICEF dalam Father’s Day Report (2017), negara-negara dengan kebijakan ramah ayah seperti cuti ayah, pendidikan pengasuhan bersama, dan kampanye publik berhasil menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga, meningkatkan prestasi anak, dan memperkuat kohesi sosial.

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di Kota Serang seharusnya tidak dilihat sebagai kebijakan pinggiran. Ia adalah embrio dari arah kebijakan sosial yang lebih inklusif, humanis, dan berbasis keluarga. Di tengah krisis sosial yang kian kompleks, mulai dari kekerasan remaja, kecanduan digital, hingga depresi anak muda, kehadiran figur ayah yang utuh dan terlibat dapat menjadi benteng pertama yang melindungi masa depan bangsa.

Tags: ayah teladanFatherless IndonesiaGATIgerakan ayah mengantar anakGerakan Ayah Teladan Indonesia'intervensi sosialkebijakan wali kota Serangkeluarga Indonesiaketerlibatan ayahKota Serangkrisis figur ayahopini hukumpendidikan keluargapengasuhan anakperan ayah dalam pengasuhanpsikologi anaksecure attachmentsekolah ramah keluargaUI
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
HEADLINE

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Next Post
Operasi Patuh Maung 2025, Polres Cilegon Fokus 7 Sasaran Pelanggaran, Main Handphone Siap-siap Ditilang

Operasi Patuh Maung 2025, Polres Cilegon Fokus 7 Sasaran Pelanggaran, Main Handphone Siap-siap Ditilang

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh