CILEGON, BANPOS – Belum sempat menjejakkan kaki di kantornya sebagai Kapolres Cilegon yang baru, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga justru memilih langkah berbeda yakni menyambangi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon lebih dulu.
Langkah tak biasa ini dinilai sebagai sinyal kuat komitmennya dalam membangun sinergi dengan tokoh agama dan menjaga harmoni sosial di tengah beragam tantangan toleransi dan isu sosial di Kota Baja.
Diketahui pada Senin (7/7) kemarin, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga dilantik menggantikan AKBP Kemas Indra Natanegara. Sebagai pejabat baru di wilayah yang dikenal religius ini, Martua mengutamakan silaturahmi kepada para ulama untuk memahami lebih dalam karakter masyarakat Cilegon.
“Kami bersilaturahmi duluan kepada teman-teman ulama bahkan kami belum sempat berkantor. Kami utamakan di tempat ini dulu PCNU Kota Cilegon,” kata Martua kepada awak media saat ditemui di kantor PCNU Kota Cilegon, Selasa (8/7).
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Martua menegaskan bahwa dirinya datang bukan sekadar memperkenalkan diri, tetapi juga untuk memperkuat kerja sama dengan tokoh agama demi menciptakan rasa aman dan tentram di tengah masyarakat.
“Kami menjamin umat beragama dan kami harus melaksanakan tugas pokok. Bagaimana kami harus mengayomi, melindungi masyarakat. Kami sebagai warga baru kami duluan datang,” ujarnya.
Langkah Kapolres baru ini disambut positif oleh Ketua PCNU Kota Cilegon, Erick Rebiin. Ia menyatakan apresiasinya terhadap pendekatan AKBP Martua yang dinilai sangat terbuka dan penuh itikad baik.
“Kami mengapresiasi kepada Kapolres yang baru ini, beliau sebelum menjalankan tugasnya silaturahmi ke PCNU dalam rangka mensinergitaskan kegiatan keagamaan, budaya, kegiatan Polres Cilegon. Ini awal yang baik untuk bersama-sama membangun Kota Cilegon menghindari hal-hal yang sifatnya kesalahpahaman baik secara sosial maupun secara hukum,” tuturnya.
Erick berharap, komunikasi yang telah dibangun sejak awal ini bisa menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas daerah.
“Terima kasih kepada Pak Kapolres, semoga ke depan bisa bersinergi supaya bisa menjalankan tupoksi kita masing-masing,” ucapnya.
Tak hanya soal sinergi kelembagaan, Erick juga menyinggung pentingnya komitmen bersama dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Ia menegaskan bahwa PCNU Cilegon selalu berdampingan dengan semua keyakinan dalam bingkai kebangsaan.
“Toleransi agama menjadi atensi khusus, kami selalu berdampingan dengan agama apa pun. Selama kita memiliki semangat NKRI harga mati,” ungkapnya.
Senada dengan itu, tokoh NU Cilegon lainnya, Nawawi Sahim, melihat kunjungan tersebut sebagai langkah awal yang menunjukkan kepedulian Kapolres terhadap dinamika sosial-kultural Kota Cilegon.
“Itikad baik dari Kapolres yang baru silaturahmi kepada tokoh PCNU Kota Cilegon menginginkan masukan-masukan dan nasihat gambaran masyarakat Cilegon agar nanti tidak canggung dengan suasana Kota Cilegon, adat istiadat, perilaku, mayoritas Cilegon, sehingga tidak ada kesan bahwa Cilegon ada pengkotak-kotakan. Ke depannya bisa bersinergi,” ujar Nawawi.
Dengan pendekatan yang membumi dan menjalin dialog sejak awal, Kapolres Martua Silitonga menunjukkan bahwa pengamanan kota tak hanya soal strategi keamanan, tapi juga soal membangun rasa percaya dan kedekatan dengan para pemangku kepentingan sosial dan keagamaan. (*)



Discussion about this post