SERANG, BANPOS – Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kota Serang, Ade Suparman, angkat bicara terkait dengan dugaan sisi gelap yang terjadi di sekolah yang ia pimpin belasan tahun tersebut.
Melalui sambungan telepon, Ade menegaskan bahwa selama di bawah kepemimpinannya, tidak ada masalah yang timbul di SMA Negeri 4 Kota Serang.
“Bapak (Ade Suparman) terus terang nggak pernah nyimpen permasalahan. Termasuk permasalahan dengan media, dengan LSM. Termasuk selama SMA 4 dipimpin bapak, nggak pernah ada permasalahan. Gitu tuh,” ujarnya, Minggu (6/7).
Ade menduga, munculnya unggahan sisi gelap SMA Negeri 4 Kota Serang, dilakukan oleh siswa dan alumni yang kesal karena sudah dua tahun acara perpisahan tidak boleh dilaksanakan.
“Artinya begini, alumni itu, apakah mereka ada ketidakpuasan setelah misalnya ingin perpisahan nggak diizinkan karena nggak boleh? Jadi udah dua tahun ini perpisahan kan nggak boleh oleh pemerintah provinsi. Nah, sehingga tidak ada perpisahan, mungkin itu salah satunya,” ucap dia.
Soal Sumbangan, Ade Klaim Kebijakan Berubah Pasca-pensiun
Salah satu yang disoroti oleh akun @savesmanfourkotser adalah kebijakan One Day One Thousand (ODOT), yang ditujukan sebagai sumbangan sukarela untuk pembangunan masjid sekolah.
Sumbangan tersebut selain berubah dari yang sukarela menjadi sumbangan yang memaksa, juga disebut telah dipotong untuk kepentingan bidang kesiswaan.
Ade Suparman menuturkan, kebijakan tersebut dulunya tidak seperti itu. Ade menegaskan, pembagian 60:40 hasil dari sumbangan ODOT, baru terjadi setelah dirinya pensiun.
“Untuk masjid itu awalnya nggak seperti itu. Nih, awalnya nggak seperti itu ya. Nah, setelah Bapak keluar pensiun itu ada komitmen antara pengurus DKM dengan kesiswaan untuk pembagian seperti itu,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen tersebut terjadi lantaran pihak Kesiswaan membutuhkan anggaran untuk sejumlah kegiatan yang tidak dapat menggunakan dana BOS, seperti menjenguk siswa yang sakit.
“Untuk siswa yang kecelakaan perlu dibiayai, kalau kecelakaannya itu pada saat jam dia mau ke sekolah gitu kan. Nah, sementara kan dari dana BOS kan nggak boleh. Nah, jadi ODOT itu awalnya murni untuk masjid,” terangnya.
Ade Ngaku Selalu Selesaikan Masalah Dugaan Pelecehan Seksual
Menurut Ade, ia selalu menyelesaikan masalah dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan kepada dirinya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup-nutupi masalah.
“Bapak kalau ada laporan dari anak-anak segera diselesaikan. Bapak mah nggak pernah nyimpan permasalahan. Sehingga Bapak keluar itu udah nggak ada permasalahan apa-apa,” klaimnya.
Sementara terkait isu maraknya pelecehan seksual, Ade menuturkan bahwa adakalanya suatu tindakan yang tidak mengarah pada tindakan pelecehan, dianggap oleh para siswa sebagai bentuk pelecehan seksual.
“Guru olahraga misalnya. Sebagai guru kepada siswa itu kan kalau misalnya nyuruh atau suruh ke lapangan kan kadang-kadang ditepuk dan sebagainya. Nah, apakah hal seperti itu termasuk pelecehan atau bukan?” katanya.
https://banpos.co/2025/07/06/dari-tudingan-marak-pelecehan-hingga-intoleransi-akun-ini-spill-dugaan-sisi-gelap-sman-4-kota-serang/
Sebelumnya diberitakan, sebuah akun anonim di Instagram membeberkan dugaan sisi gelap di SMA Negeri 4 Kota Serang. Akun tersebut yakni @savesmanfourkotser.
Akun tersebut membeberkan 7 persoalan serius yang disebut terjadi di SMA Negeri 4 Kota Serang, mulai dari kasus pelecehan seksual, hingga intoleransi.
Sejak beberapa pekan yang lalu, akun tersebut bergerak dengan mengampanyekan tagar #SaveSMANFour di media sosial.
Pada salah satu unggahan terbarunya, mereka membeberkan 7 persoalan serius yang terjadi di sana.
Unggahan tersebut dibuka dengan tampilan seorang siswi dengan mulut disegel lakban merah, simbol kuat atas dugaan budaya bungkam di sekolah tersebut. (*)







Discussion about this post