SERANG, BANPOS – Karut marutnya pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP maupun SMA, disebut lantaran adanya pembatasan jumlah Rombongan Belajar (Rombel). Hal itu membuat jumlah peserta didik yang diterima tahun ini, berkurang dari tahun sebelumnya.
Demikian disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, berkurangnya jumlah Rombel pada penerimaan murid tahun ini, membuat kekacauan yang cukup pelik.
“Kami cukup kecewa melihat pelaksanaan SPMB tahun ini. Setelah kami lihat, ini terjadi pengurangan Rombel di tahun ini. Sehingga, yang seharusnya sekolah bisa menerima murid lebih banyak, malah menjadi berkurang karena kebijakan pembatasan Rombel,” ujarnya, Rabu (2/7).
Menurut Muji, pembatasan Rombel di sekolah negeri memang ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi sekolah swasta, untuk mendapatkan siswa baru. Namun, hal itu justru berimbas pada turunnya jumlah siswa yang diterima di sekolah negeri.
“Memang ini berkaitan dengan sekolah swasta ya, untuk memberikan kesempatan. Namun tentu, untuk masyarakat yang tidak memiliki uang untuk bersekolah di swasta, ini menjadi masalah,” ucapnya.
Muji menuturkan, pihaknya sangat mendukung sekolah swasta untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan di Banten, khususnya Kota Serang. Namun, jangan sampai mengorbankan kesempatan siswa untuk bersekolah di negeri.
“Kami sangat mendukung sekolah swasta. Maka, kualitas dari sekolah swasta dan keterjangkauan atas biaya pendidikan itu harus ditingkatkan. Jika berkualitas dan terjangkau, maka masyarakat pun pasti ingin bersekolah di sana, tidak perlu khawatir,” ucapnya.
Maka dari itu, pihaknya mendorong kepada Walikota Serang, Gubernur Banten, dan Kementerian Pendidikan untuk dapat menambah jumlah Rombel pada SPMB tahun ini. Sehingga, kesempatan masyarakat pun semakin terbuka.
“Kami sangat mendorong adanya penambahan Rombel. Karena memang aspirasi di bawah yang kami dapati adalah persoalan SPMB ini. Jika memang perlu, kami akan menyurati walikota, gubernur dan pak menteri agar aspirasi ini didengar,” katanya.
Muji menegaskan, kebijakan untuk bisa menambah Rombel di tahun ini, akan sangat berpengaruh terhadap tingkat angka putus sekolah.
“Karena jika tidak ditambah, potensi angka putus sekolahnya makin tinggi karena masyarakat tidak bisa mengakses pendidikan. Namun jika ditambah, saya yakin angka putus sekolah akan berkurang signifikan,” tandasnya.







Discussion about this post