BANTEN, BANPOS – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di daerah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir karena curah hujan masih tinggi.
“Kita perlu mengantisipasi dan merespon dengan cepat potensi bencana di musim hujan ini. Memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama di daerah rawan genangan dan banjir,” kata Bupati Maesyal di Tangerang, Senin.
Ia meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap siap menghadapi musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang.
“Kepada PNS agar disiplin dan semangat dalam mengabdi kepada masyarakat. Disiplin merupakan landasan awal dalam menjalankan tugas kita, salah satunya mengikuti apel pagi,” ujarnya.
Dalam persiapan menghadapi bencana di musim hujan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup, telah diinstruksikan untuk siaga menindaklanjuti potensi bencana.
Dalam hal ini, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah menghabiskan lebih dari Rp 10 miliar untuk membangun waduk di beberapa kecamatan guna mengatasi permasalahan banjir.
Kepala Seksi Perencanaan Dinas Jalan Raya dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang Peri Ramdani mengatakan, anggaran yang disalurkan dirancang untuk pembangunan penampungan air atau waduk di daerah rawan banjir.
“Sebagai infrastruktur pengendalian banjir, waduk ini juga akan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan sumber cadangan air baku bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagian pekerjaan infrastruktur penanganan banjir, kata dia, dilakukan selama 180 hari, seperti pekerjaan waduk Cibadak yang dianggarkan dari Anggaran Belanja Daerah (APBD) senilai Rp6.614.917.989.
Kemudian waduk Sudirman, Tigaraksa, pembangunannya sudah dimulai pada 2024 dan akan dilanjutkan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp4.844.839.928.
“Pembangunan tersebut merupakan bagian dari solusi untuk mengurangi dampak negatif bencana banjir yang sering melanda Desa Tigaraksa dan tiga desa lainnya, yakni Pematang, Pasir Nangka dan Pete,” ujarnya.
Selain itu, ada tiga kecamatan lainnya, yaitu Solear, Cikupa dan Air Terjun, yang juga akan dibangun yang telah masuk dalam rencana pembangunan untuk menangani permasalahan banjir.
Dalam pembangunan kolam retensi, pihaknya akan melengkapinya dengan pintu air dan pompa kontrol pembuangan air. Lebih lanjut, kata dia, normalisasi saluran air dan rekayasa saluran drainase baru agar dapat mengalir dengan lancar ke sungai.
Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini memiliki 14 pompa untuk menyedot banjir di Kecamatan Kelapa Dua, Kosambi, Teluknaga dan Sepatan.
“Daerah tersebut merupakan dataran rendah yang menjadi titik kumpul aliran air dari tujuh desa sekitarnya yang membuat daerah ini sangat rawan banjir,” kata Peri Ramdani.(ANTARA)

Discussion about this post