CILEGON, BANPOS – Pabrik ExxonMobil Lubricants Indonesia yang berada di Kota Cilegon mampu memproduksi hingga 100 juta liter pelumas per tahun, mencakup produk untuk kebutuhan industri maupun otomotif. Produknya yang terkenal ialah Federal Oil dan Mobil.
Maintenance and Engineering Manager PT Federal Karyatama (FKT), Syafruddin Harris, mengatakan pabrik ExxonMobil di Cilegon telah menerapkan berbagai teknologi modern dalam proses produksinya.
Mulai dari penerimaan bahan baku, pemanasan, hingga tahap akhir pengemasan produk.
“Teknologi seperti rotary weighing, filling, kemudian system control SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), terus professionally control the data acquisition sudah di pabrik ini,” kata Harris saat penyampaian materi ExxonMobil dan PT FKT di Pabrik Cilegon, Selasa (24/6).
Dikatakan Harris, produk pelumas yang dihasilkan dikemas dalam berbagai bentuk, dari kemasan besar hingga kecil.
Harris bilang, pengiriman dilakukan dalam bentuk bulk menggunakan tank truck, drum 208 liter, Intermediate Bulk Container (IBC) 1.000 liter, hingga kemasan kecil mulai dari 0,8 liter hingga 5 liter.
Kata Harris, FKT menerapkan sistem pelacakan (traceability) untuk menjamin keaslian produk hingga sampai ke tangan konsumen.
“Kita menggunakan QR code dan kode fisik untuk tiap botol yang kita delivery, mungkin customer juga bisa langsung mengecek bahwa keaslian dari produk tersebut,” lanjutnya.
Dari sisi standar kualitas, Harris menyebut fasilitas pabrik ini telah mengadopsi praktik dan panduan mutu global dari ExxonMobil, serta telah mengantongi sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen mutu dan ISO 14001 untuk manajemen lingkungan.
Kemudian, untuk memastikan kualitas bahan baku, FKT memiliki laboratorium internal yang digunakan untuk mengecek kelayakan material dari pemasok, bahan baku berupa base oil, yang sesuai dengan certificate of analysis.
Lebih lanjut, Harris melanjutkan, produk pelumas Federal Oil dan Mobil juga dicek ulang sebelum dikirimkan ke pelanggan untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi.
Sejak bergabung dengan ExxonMobil pada 2018, FKT telah memperluas jangkauan pasar secara global. Pada 2024 lalu, FKT tercatat mengekspor pelumas otomotif ke Vietnam sebesar 1 juta liter dalam kemasan 4 liter.
“Kesempatan untuk kita menjangkau global itu cukup luas. Dan ini kita buktikan pada tahun 2024, kita mengekspor pelumas otomotif ke negara Asia Tenggara, salah satunya adalah Vietnam, sebesar 1 juta liter dalam bentuk packaging 4 liter,” ungkapnya.
Untuk mendukung pasar domestik, Harris mengungkapkan komitmen perusahaan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), baik dari sisi material maupun sumber daya.
Kata dia, FKT juga menerapkan berbagai sistem pengelolaan lingkungan.
Salah satunya ialah oil separator untuk memisahkan kontaminasi oli dengan air sebelum dibuang ke lingkungan, serta sistem daur ulang air domestik menggunakan Sewage Treatment Plant (STP).
Sementara itu, Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Syah Reza, mengatakan pihaknya menggunakan sistem produksi semi-otomatis, dilengkapi teknologi rotary-weight filling dan pengendalian berbasis SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition).
Pabrik ini menjamin presisi, efisiensi, dan konsistensi kualitas dalam setiap liter produk yang dihasilkan.
“Fasilitas produksi menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat rantai pasok pelumas berkualitas tinggi di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan sektor industri yang membutuhkan solusi pelumasan andal, efisien, dan berstandar global. Produksi lokal memungkinkan kami menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan operasional pelanggan dari manufaktur hingga energi dengan kecepatan dan fleksibilitas yang lebih tinggi,” ujar Syah Reza. (LUK)



Discussion about this post