JAWA TIMUR, BANPOS – Anggota DPD RI Lia Istifhama mendapat predikat senator terpopuler di Jawa Timur. Popularitas Lia jauh mengungguli 3 senator lain dari Jatim ; La Nyalla Mattalitti, Ahmad Nawardi, dan Kondang Kusumaning Ayu.
Penilaian itu berdasarkan survei terbaru yang digelar Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Academy.
Survei ini digelar tanggal 20-29 Mei 2025 yang melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,8 persen.
Direktur Eksekutif ARCI Baihaki Sirajt mengatakan, ada peningkatan pengenalan masyarakat terhadap lembaga DPD. Kata dia, sebanyak 68,7 persen responden mengaku mengenal anggota DPD RI, sementara 36,3 persen menyatakan tidak mengenal.
Dari responden yang mengenal dan mengetahui kinerja DPD RI asal Jawa Timur, sebanyak 9,3 persen menyatakan sangat puas, 31,7 persen puas, dan 19,5 persen cukup puas. Sedangkan, 24,1 persen merasa kurang puas, dan sisanya sangat tidak puas.
“Secara kumulatif, tingkat kepuasan terhadap kinerja anggota DPD RI asal Jatim mencapai 60,5 persen dan 39,5 persen menyatakan tidak puas,” kata Baihaki dalam keterangan tertulisnya.
Dari tingkat kepuasan yang ada, responden kemudian diberikan pertanyaan soal kinerja anggota DPD RI asal Jatim. Hasilnya, responden menyebutkan nama Lia Istifhama sebanyak 70,5 persen, disusul AA LaNyalla Mahmud Mattalitti 21,6 persen, Ahmad Nawardi 4,2 persen, dan Kondang Kusumaning Ayu 3,7 persen.
“Ning Lia (sapaan Lia Istifhama) mengalahkan 3 anggota DPD RI Jatim lainnya. Termasuk incumbent La Nyalla Mattalitti,” tegasnya.
Terkait tingginya penilaian terhadap Ning Lia, kata Baihaki, tidak lepas dari sepak terjangnya selama menjadi senator.
Meskipun pendatang baru, Ning Lia diketahui sangat aktif turun langsung ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur untuk menyapa masyarakat.
“Ning Lia selama menjabat juga tetap konsisten menyuarakan isu-isu yang berpihak pada rakyat, seperti pendidikan dan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Mubarok menilai, sebagai aktivis muda NU, Ning Lia cukup dekat dengan akar rumput. Bahkan, Ning Lia ikut menyumpang tingkat popularitas DPD di kalangan masyarakat Jatim.
“Ning Lia memulai tradisi politik yang segar dan menghadirkan inovasi dalam menyuarakan aspirasi daerah,” jelas Mubarok.
Hal senada disampaikan pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Fahlul Muzaqqi. Menurutnya, Ning Lia Istifhama telah memberi warna baru dalam dinamika DPD RI. Khususnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Timur.
“Kehadiran Ning Lia bukan sekadar formalitas perwakilan daerah. Ia menjadi jembatan antara pusat dan daerah, antara desa dan kota. Ini penting untuk memastikan aspirasi daerah tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk politik nasional,” tegas Fahlul.
Sebagai tokoh perempuan yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU, Fatayat NU, PMII, dan HKTI, pengalaman Ning Lia dianggap menjadi modal sosial yang kuat.
Hal ini memungkinkan ia menyuarakan kepentingan masyarakat dengan lebih substantif dan efektif, khususnya dalam fungsi pengawasan dan legislasi di tingkat nasional.
“Keaktifan Ning Lia di berbagai organisasi keagamaan dan sosial memperlihatkan konsistensinya dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial dan pembangunan yang merata. Maka wajar jika tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya sangat tinggi,” tambah Fahlul.
Capaian ini menunjukkan bahwa figur yang dekat dengan rakyat dan aktif menjalin komunikasi dua arah akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat.
“Ini jadi penyejuk di tengah stagnasi kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara,” pungkasnya.(RM.ID)



Discussion about this post