CILEGON, BANPOS – Flaring atau pembakaran gas di cerobong akan kembali dilakukan oleh PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) selama seminggu ke depan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mengaku telah mendapatkan surat tembusan, mengenai kegiatan itu.
Hal itu disampaikan oleh Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
“Surat yang disampaikan kepada Gubernur Banten, sudah kami terima. Diterima sebagai tembusan,” ujarnya, Kamis (19/6).
Sabri pun mengingatkan kepada PT LCI untuk dapat memperhatikan terkait kondisi warga sekitar, khususnya mereka yang berada di wilayah terdekat dengan lokasi flaring.
“Kami meminta untuk LCI melakukan pemantauan kepada masyarakat di sekitar, khususnya ring 1, sebelum flaring ke 2 ini dimulai, pada saat proses dan akhir proses,” ucapnya.
Ia pun menegaskan bahwa hasil pemantauan dan proses serta akhir proses flaring yang dilakukan oleh PT LCI, harus dilaporkan kepada DLH Kota Cilegon.
Sebelumnya, rencana kegiatan flaring kembali itu terungkap dari surat pemberitahuan yang dikirimkan oleh PT LCI ke Gubernur Banten, dengan nomor 98/LCI-VP/GA/VI/2025.
Surat yang dikeluarkan pada 19 Juni 2025 ini, mengabarkan bahwa flaring akan dimulai pada Jumat (20/6) hingga satu minggu ke depan.
“Bersama ini, kami hendak memberitahukan mengenai rencana PT LCI untuk melanjutkan kegiatan start-up dengan kegiatan pembakaran gas di cerobong (flaring) yang akan dimulai dari hari Jumat, 20 Juni 2025 sampai dengan 1 (satu) minggu ke depan,” tulis surat yang ditandatangani oleh General Manager HSE PT LCI, Sugeng Priyanto.
PT LCI menegaskan bahwa flaring hanya merupakan proses pembakaran gas yang dilakukan secara terkendali, melalui cerobong (flare stack) khusus sebagai bagian dari pengelolaan gas yang aman dan sesuai standar.
“Kegiatan flaring bukan indikasi bahaya, melainkan salah satu mekanisme pengamanan yang dilakukan sebagai bagian dari standar operasional prosedur pabrik petrokimia,” tulisnya lagi.
Melalui kegiatan ini, PT LCI menuturkan bahwa gas sisa dari proses produksi yang tidak bisa dimanfaatkan akan dibakar secara aman.
Menurut mereka, kegiatan flaring tersebut tidak hanya dilakukan oleh PT LCI saja, melainkan juga dilakukan oleh berbagai industri lainnya di dunia yang bergerak di sektor migas dan petrokimia.
Meski demikian, mereka mengakui bahwa dalam proses fase start-up, aktivitas flaring memerlukan waktu yang lebih lama untuk stabil, hingga dapat beroperasi secara normal. (DZH)



Discussion about this post