Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gokil Sih! Kapolres Serang Berhasil Tindaklanjuti Program Ketahanan Pangan Prabowo dengan Berbagai Ide Kreatif

by Diebaj Ghuroofie
Juni 17, 2025
in EKONOMI, HUKRIM, PERISTIWA
Gokil Sih! Kapolres Serang Berhasil Tindaklanjuti Program Ketahanan Pangan Prabowo dengan Berbagai Ide Kreatif

SERANG, BANPOS – Program ketahanan pangan (ketapang) yang digaungkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI, memunculkan berbagai ide kreatif bagi Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko.

Beberapa ide kreatif yang muncul dari alumnus Akpol 2005 sebagai dampak dari program swasembada pangan ini antara lain pembinaan pembuatan pupuk kompos organik berbahan kotoran hewan, yang dikerjakan secara otodidak dengan peralatan sederhana.

Baca Juga

Muthowif di Serang Ditangkap, Diduga Gelapkan Uang Calon Jemaah Umroh

Muthowif di Serang Ditangkap, Diduga Gelapkan Uang Calon Jemaah Umroh

Februari 13, 2026
Predator Anak Cikande Meringkuk Di Sel Tahanan

Predator Anak Cikande Meringkuk Di Sel Tahanan

Februari 11, 2026
Pedagang Getuk Cabuli Gadis Disabilitas di Serang

Pedagang Getuk Cabuli Gadis Disabilitas di Serang

Februari 9, 2026
DPO Pemasok Sabu Dibekuk Polres Serang

DPO Pemasok Sabu Dibekuk Polres Serang

Januari 30, 2026

“Produksi pupuk kompos dikerjakan secara otodidak dengan peralatan mesin yang cukup sederhana. Usaha ini sudah berjalan lebih dari setahun dengan mempekerjakan 6 orang,” ujar Kapolres.

Menurut Condro, munculnya ide membuat pupuk kompos itu diawali sejak banyaknya limbah atau kotoran kerbau yang berceceran dianggap mengganggu lingkungan.

Sejak saat itulah, muncul inovasi dari Bripka Hana Heriyana, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kragilan dan Kades Tegal Maja, Muhammad Ikhsan, untuk mengolah limbah kerbau tersebut menjadi pupuk kompos.

“Limbah kotoran kerbau yang berceceran kemudian dikumpulkan masyarakat kemudian dibeli seharga Rp5 ribu perkarungnya,” ujarnya.

Selain kotoran kerbau, bahan lain yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk kompos yaitu jerami, sekam, air tebu atau air gula merah serta cairan EM4 yang berguna untuk menghilangkan bau. Proses pembuatan dibawah bimbingan petugas Dinas Pertanian.

“Peralatan lain yang digunakan untuk proses mengolah limbah ternak menjadi pupuk siap dipasarkan, menggunakan mesin pencacah yang merupakan rakitan sendiri,” jelasnya.

Pupuk kompos produksi anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kragilan dan Kepala Desa Tegal Maja bermerek “Pak Bhabin” ini sangat ramah lingkungan dan mampu meminimalisir biaya operasional, serta menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi jika terus ada campur tangan dari pemerintah daerah.

“Pembuatan pupuk kompos Pak Bhabin ini dapat membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan. Selain itu memiliki peluang bisnis yang cukup bagus, serta membantu program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran),” kata Condro.

Kemudian ide kreatif lainnya yaitu memanfaatkan perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan pertanian dengan menyalurkan corporate social responsibility (CSR) berupa obat-obatan (insektisida, herbisida dan fungisida) serta pupuk kimia yang langsung diterima para petani jagung setelah mengajukan luasan lahan yang akan ditanam.

“Kami pun melakukan kontrak kerja dengan perusahaan dengan membeli seluruh hasil panen sesuai harga pasaran,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan bahwa seluruh hasil panen diberikan kepada kelompok tani dijadikan modal awal untuk perluasan dan keberlangsungan program ketahanan pangan.

“Jadi hasil hasil panen seluruh diberikan kepada kelompok tani untuk dijadikan modal awal perluasan lahan garapan serta keberlangsungan program ketahanan pangan,” ucapnya.

Dengan pola “Keroyok Bareng”, Kapolres berharap ide kreatif program swasembada pangan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan ketahanan pangan.

“Dengan program swasembada pangan yang berkelanjutan, insha Allah masyarakat petani menjadi sejahtera dan angka pengangguran bisa diatasi,” ujar Condro.

“Saya juga berharap gerakan ketahanan pangan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pemanfaatan lahan serta sumber daya lokal,” tandasnya.

Tags: polres serangPupuk Kompos
ShareTweetSend

Berita Terkait

Muthowif di Serang Ditangkap, Diduga Gelapkan Uang Calon Jemaah Umroh
HUKRIM

Muthowif di Serang Ditangkap, Diduga Gelapkan Uang Calon Jemaah Umroh

Februari 13, 2026
Predator Anak Cikande Meringkuk Di Sel Tahanan
HUKRIM

Predator Anak Cikande Meringkuk Di Sel Tahanan

Februari 11, 2026
Pedagang Getuk Cabuli Gadis Disabilitas di Serang
HUKRIM

Pedagang Getuk Cabuli Gadis Disabilitas di Serang

Februari 9, 2026
DPO Pemasok Sabu Dibekuk Polres Serang
HUKRIM

DPO Pemasok Sabu Dibekuk Polres Serang

Januari 30, 2026
Polres Serang Pantau Wilayah Rawan Banjir
HUKRIM

Polres Serang Pantau Wilayah Rawan Banjir

Januari 11, 2026
Layaknya Aksi Demonstrasi, Ribuan Warga Lepas AKBP Condro Sasongko
HUKRIM

Layaknya Aksi Demonstrasi, Ribuan Warga Lepas AKBP Condro Sasongko

Januari 9, 2026
Next Post

Kebutuhan untuk Industri Tinggi, Produksi Jagung di Banten Malah Rendah

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh