Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Di Bawah Rezim Budi-Agis, Nanang Dinilai Tak Cocok Jadi Panglima ASN

by Diebaj Ghuroofie
Juni 17, 2025
in HEADLINE, PEMERINTAHAN
Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin.

Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin.

SERANG, BANPOS — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang saat ini, Nanang Saefudin, dinilai oleh akademisi dan tokoh masyarakat tak cocok dengan gaya kepemimpinan dari duet Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia.

Sebab, duet ‘Bugis’ itu dinilai penuh dengan gebrakan, cepat dan lugas dalam bertindak. Sementara itu, Nanang dipandang tak dapat mengimbangi ritme kerja dari keduanya.

Baca Juga

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Program MBG Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Kota Serang

Maret 4, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026

Padahal, posisi Nanang yang merupakan Panglima ASN di Pemkot Serang, seharusnya dapat mengikuti irama kerja dari Bugis dengan menggerakkan roda birokrasi dengan baik. Apalagi, di tengah upaya pemenuhan 100 hari kerja dari duet itu.

Pengamat pemerintahan, Yhannu Setyawan, menilai bahwa publik belum melihat perubahan signifikan dalam pola kerja birokrasi Kota Serang sejak pemerintahan baru berjalan. Ia menyebut, ritme kerja Sekda belum mampu menunjang akselerasi kebijakan yang digagas kepala daerah.

“Jadi maksud saya, kita publik ya tidak melihat perubahan kinerja birokrasi dari yang dulu sampai sekarang gitu loh,” ujar Yhannu, Selasa (17/6).

Menurutnya, posisi Sekda ibarat mesin dalam sebuah kendaraan. Jika mesin tersebut tidak berjalan optimal, maka kendaraan tidak akan melaju sesuai harapan, tak peduli siapa pun pengemudinya.

“Sehingga ya memang sudah waktunya melakukan penyegaran terhadap organ penyelenggara pemerintahan. Supaya apa? Supaya mampu mengimbangi driver baru yang mungkin punya gagasan yang berbeda dengan driver lama,” terangnya.

Yhannu juga menegaskan, evaluasi kinerja seharusnya menjadi hal yang lazim dan tidak dianggap tabu dalam pemerintahan. Justru langkah tersebut penting agar tercipta iklim kompetitif di tubuh birokrasi.

“Sebetulnya biasa saja, bukan sesuatu yang luar biasa ya. Dan ini akan membangun iklim kompetisi di lingkungan aparatur birokrasi,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ahmad Sururi. Ia menilai kinerja Sekda perlu lebih optimal, terutama dalam membantu kepala daerah menjalankan program-program prioritas yang kini semakin dinamis.

“Saya mungkin secara subjektif mengatakan bahwa Sekda ini mestinya bisa lebih optimal lagi kerjanya,” katanya.

Sururi menyoroti keberadaan berbagai Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk pemerintahan baru sebagai tantangan tambahan bagi Sekda. Menurutnya, ini justru menjadi indikator bahwa Sekda perlu meningkatkan kapasitasnya dalam mengoordinasikan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Mestinya dia bisa menyesuaikan. Dia kan panglima ASN, dia kan bisa meng-drive OPD-OPD untuk lebih bisa mengikuti gerak perubahan,” jelasnya.

Tokoh masyarakat dan ulama Kota Serang, KH Enting Abdul Karim, turut memberikan penilaiannya. Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran Satgas di lingkungan Pemkot justru menunjukkan adanya kekosongan fungsi koordinatif yang seharusnya diemban oleh Sekda.

“Maka setidaknya Sekda itu juga mengikuti perkembangan walaupun hanya sekadar tujuh langkah,” ujarnya.

Dengan berbagai masukan dan penilaian ini, desakan agar Walikota Serang melakukan evaluasi terhadap kinerja Sekda semakin menguat. Apakah langkah penyegaran akan diambil, kini bola sepenuhnya berada di tangan kepala daerah. (TQS)

Tags: Budi RustandiKota SerangNanang SaefudinNur Agis AuliaSekda Kota Serang

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
EKONOMI

Program MBG Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Kota Serang

Maret 4, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
HEADLINE

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Next Post
Siap Isi 15 Jabatan Kosong, Pemprov Banten Usulkan 15 Calon Peserta PKN II

Siap Isi 15 Jabatan Kosong, Pemprov Banten Usulkan 15 Calon Peserta PKN II

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh