PANDEGLANG, BANPOS – Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, merasa ditipu oleh salah seorang wanita yang menjanjikan bekerja di RSUD Labuan.
Pasalnya, belasan warga sudah mengeluarkan uang sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta kepada Wanita tersebut, namun mereka tidak kunjung mendapatkan pekerjaan seperti yang dijanjikan.
Merasa ditipu, tujuh orang warga mendatangi ke Polsek Labuan, Rabu (11/6). Mereka yang merupakan bagian dari belasan orang yang menjadi korban itu, melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi.
Salah seorang korban dugaan penipuan, Siti Rohmawati asal Desa Teluk, Kecamatan Labuan mengaku, pertama kali ia menerima informasi ada lowongan pekerjaan di RSUD Labuan, dari salah seorang terduga pelaku berinisial IP.
Dirinya dijanjikan bekerja di RSUD Labuan dengan posisi pekerjaan tenaga keamanan atau Satpam perempuan.
Untuk memndapatkan pekerjaan itu, IP meminta uang sebesar Rp2 juta kepada Siti. Namun, untuk tahap awal dia baru memberikan sebesar RP1 juta.
“Saya dijanjikan bekerja sebagai Satpam di RSUD Labuan. Saya memberi uang kepada IP itu awalnya sebesar Rp1 juta,” kata Siti kepada wartawan, Rabu (11/6).
“Kemudian, oknum itu minta uang tambahan lagi sebesar Rp200 ribu, dengan alasan akan segera diurus soal pekerjaannya,” katanya.
Kejadiannya itu lanjut dia, pada bulan Mei 2025 lalu tepatnya bulan Ramadan. Namun, hingga saat ini ia dan warga lainnya yang dijanjikan bekerja di RSUD Labuan belum juga dapat panggilan kerja.
“Kami mencoba berkomunikasi dengan terduga pelaku, namun sekarang nomor handphone-nya sudah tidak aktif dan orangnya sudah kabur entah kemana,” ujarnya.
Hingga akhirnya, dirinya pun bersama korban yang lain melaporkan oknum tersebut ke Polsek Labuan.
“Awalnya, IP itu berjanji akan mengganti uang yang kami berikan kepada dirinya, tapi sekarang IP itu kabur entah kemana,” tuturnya.
Terpisah, Engkus, orang tua dari korban dugaan penipuan lainnya menjelaskan, kedua anaknya yang bernama Dini dan Dina, dijanjikan akan bekerja di RSUD Labuan oleh IP.
Awalnya lanjut dia, dirinya bertanya kepada temannya inisial IP, apakah masih ada lowongan pekerjaan di RSUD Labuan untuk kedua anaknya tersebut.
“Kata teman saya, nanti ditanya dulu katanya. Setelah itu IP memberi tahu kepada saya masih ada lowongan untuk dua orang wanita, bawa saja katanya datanya ke sini nanti dimasukin,” jelas dia.
IP, kata Engkus, menjanjikan kedua anakanya untuk bekerja bagian administrasi di RSUD Labuan.
Kemudian lanjut dia, dia menyerahkan data kedua anaknya kepada IP, dan memberikan uang sebesar Rp400 ribu kepada IP.
Setelah beberapa lama kemudian tambah dia, oknum tersebut meminta uang lagi kepada dirinya sebesar Rp600 ribu.
“Saya sempat menyampaikan kalau saya sudah tidak ada uang lagi. Namun IP bilang kalau tidak ada ya sudah nggak bisa bekerja,” tuturnya.
Korban lain, Tina (20) juga mengalami hal serupa. Ia mengatakan ditawari pekerjaan sebagai petugas kebersihan di RSUD Labuan oleh pelaku.
“Saya sudah menyerahkan berkas seperti KTP, KK dan Akte Kelahiran, berikut uang Rp1 juta. Tapi sampai sekarang nggak ada kabar, bahkan nomor telepon pelaku sudah tidak aktif,” katanya.
Para korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Labuan.
Total korban yang telah melapor mencapai 7 orang, dengan kerugian ditaksir belasan juta rupiah lebih. Kasus ini kini tengah dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Harapannya pelaku dapat segera di tangkap dan uang kami segera dikembalikan,” ungkapnya.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Kapolsek Labuan, Kompol Yudi Suminto membenarkan laporanw arga.
Pihaknya telah menerima laporan dari 7 orang warga yang diduga tertipu oleh seseorang yang menjanjikan bekerja di RSUD Labuan.
“Kemarin yang laporan ada 7 orang, kami masih mendalami laporannya,” ucapnya.
Diakuinya, dari informasi 7 orang pelapor masih ada lagi korban lainnya yang rencananya akan melakukan pelaporan ke Polsek, dan tentu pihaknya terbuka jika ada warga yang mau melakukan laporan.
“Untuk kasusnya masih kita dalami, jika memang ada unsur tindak pidana maka akan kami proses sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Sementara, berdasar informasi yang dihimpun BANPOS, IP merupakan istri dari seseorang yang bekerja di RSUD Labuan.
Di Labuan, mereka mengontrak sebuah rumah.
Namun, informasi itu menyebutkan, IP Bersama suami dan ibunya, menghilang dari tempat tinggalnya.(DHE/ENK)

Discussion about this post