Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Misteri Proyek Jagung Polda, Aktivis : Serahkan ke Ahlinya

by Diebaj Ghuroofie
Juni 10, 2025
in HUKRIM, PERISTIWA
Misteri Proyek Jagung Polda, Aktivis : Serahkan ke Ahlinya

SERANG, BANPOS – Program tanam jagung yang diinisiasi oleh Polda Banten di berbagai lahan yang ada di Provinsi Banten memunculkan berbagai sorotan setelah ditemukannya kegagalan pada program tersebut di salah satu lahan yang ditentukan pasa Januari 2025 kemarin.

Salah satu Aktivis Perempuan Banten yang kini menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Ratu Nisya Yulianti, mengatakan bahwa program penanaman jagung yang tidak menunjukkan kejelasan di Kabupaten Pandeglang harus menjadi perhatian seluruh pihak dan menjadi evaluasi besar terutama oleh pihak kepolisian.

Baca Juga

Bupati Serang Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai bagi Anak-anak

Maret 5, 2026
Status Tanggap Darurat Banjir Dipastikan Tak Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Banjir Dipastikan Tak Diperpanjang

Februari 19, 2026
Cek Disini! Besaran Zakat Fitrah Tiap Daerah di Banten

Cek Disini! Besaran Zakat Fitrah Tiap Daerah di Banten

Februari 11, 2026
Budi Rustandi Jadi Kepala Daerah Terpopuler di Banten

Budi Rustandi Jadi Kepala Daerah Terpopuler di Banten

Februari 3, 2026

“Sejak Januari sampai Juni ini seharusnya sudah masa panen, tapi kenapa lahan di Pandeglang hanya dijadikan ajang seremonial belaka? Ini benar-benar merugikan. Baik untuk negara karena dikhawatirkan membakar uang negara secara sia-sia, tentu juga untuk masyarakat yang sebelumnya lahan itu digunakan oleh masyarakat,” kata Ratu saat dihubungi BANPOS, Senin (9/6).

Ia pun menyoroti proses pihak kepolisian yang terkesan ‘ikut-ikutan’ panen jagung beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal ini kembali memperburuk citra kepolisian yang nampak sekadar ingin ‘nebeng viral’.

“Sudah jelas lokasi yang ditentukan sebelumnya itu tidak ada aktivitas pertanian. Kemudian pihak kepolisian malah ikut panen di wilayah lain, kan ini menjadi pandangan buruk. Memberikan biaya operasional untuk seremonial yang bahkan sebenarnya uang itu bisa disalurkan ke hal yang lebih bermanfaat untuk rakyat,” tegasnya.

Ratu memaparkan, sebaiknya pihak kepolisian menyerahkan proses pertanian tersebut kepada ahlinya agar program berjalan dengan baik dan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Sudahlah, serahkan saja ke ahlinya. Hentikan berpura-pura bertani. Kita tentu sama-sama ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Pihak kepolisian juga harus sadar jika memang bukan keterampilan kepolisian untuk mengelola lahan yang luas untuk masyarakat banyak,” tandasnya.

Sebelumnya, BANPOS melakukan penelusuran terhadap lahan seluas 20 hektare di Desa Mogana, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu terlihat lowong. Lahan penguasaan PT. Bibo itu sebenarnya disewa oleh perusahaan tersebut, untuk menanam pohon karet.

Pada awal tahun 2025, lahan tersebut dipinjamkan kepada Polda Banten untuk dapat ditanam jagung sebagai bagian dari program ‘Penanaman 1 Juta Hektare Jagung’ yang dilakukan serentak secara nasional pada Januari 2025 lalu.

Berdasarkan pantauan pada 5 April 2025, lahan di Desa Mogana itu terlihat lowong. Tidak ada aktivitas maupun hamparan jagung yang seharusnya ditanami di lahan dengan sekitar 300 kg benih jagung bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) itu.

Pada saat itu, yang terlihat hanyalah sederet tanaman jagung yang tumbuh kurang maksimal, dan merupakan deretan jagung hasil dari penanaman simbolis oleh Polda Banten pada 21 Januari 2025. Jika mengacu pada periode tanam padi, seharusnya saat itu tanaman jagung sudah mendekati masa panen.

Sementara pada Rabu (4/6), tak ada perubahan yang signifikan pada lahan 20 hektare tersebut. Lahan tetap terlihat lowong tanpa adanya tanaman jagung. Bahkan, sederet tanaman jagung yang sebelumnya tumbuh hasil penanaman simbolis, kini sudah layu dan jagungnya jatuh ke tanah tanpa ada yang memanen.

BANPOS sempat berbincang dengan salah satu warga setempat, sebut saja namanya Rohim. Ia merupakan salah satu penggarap yang menumpang di lahan milik PT. Bibo itu. Disebut menumpang lantaran teknik penanaman yang ia lakukan adalah tumpang sari, menanam sayur mayur seperti cabai, terong dan lainnya di sela-sela pohon karet.

Rohim bercerita, lahan tersebut memang sudah empat bulan dibiarkan begitu saja, setelah dilaksanakannya seremoni simbolis penanaman jagung oleh Polda Banten pada 21 Januari lalu. Lokasi penanaman simbolis menjadi satu-satunya ruas lahan yang ditanami jagung oleh Polda Banten, dalam empat bulan terakhir.

“Iya itu yang ditanam cuma di bagian situ (menunjuk lokasi penanaman simbolis). Udah nggak ada penanaman lagi setelahnya,” ujar dia, Rabu (4/6).

Ia menuturkan, tanaman hasil simbolis penanaman, sama sekali tidak ada yang merawat. Oleh karena itu, tanaman jagung yang tumbuh pun dalam kondisi yang kurang baik, sebab air yang diterima hanya berasal dari hujan.

“Dan sekarang sudah layu, itu udah jatoh semua jagungnya. Nggak ada yang berani ambil, nggak ada yang panen, karena semua tahu kalau itu punya polisi. Jadi dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Menurutnya, warga sekitar tidak ada yang berani menyentuh lahan milik PT. Bibo, karena mereka mengetahui bahwa lahan tersebut sudah dikontrak oleh Polda Banten. Sehingga, lahan itu benar-benar kosong selama empat bulan.

Namun kini, warga sudah mulai berani menggarap lahan tersebut. Pasalnya, lahan itu sudah dibiarkan tidak produktif terlalu lama, sementara kejelasan akan penggunaan lahan oleh Polda Banten tidak ada. (MYU)

Tags: AktivisJagungPoldaSerang
ShareTweetSend

Berita Terkait

PENDIDIKAN

Bupati Serang Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gawai bagi Anak-anak

Maret 5, 2026
Status Tanggap Darurat Banjir Dipastikan Tak Diperpanjang
PEMERINTAHAN

Status Tanggap Darurat Banjir Dipastikan Tak Diperpanjang

Februari 19, 2026
Cek Disini! Besaran Zakat Fitrah Tiap Daerah di Banten
EKONOMI

Cek Disini! Besaran Zakat Fitrah Tiap Daerah di Banten

Februari 11, 2026
Budi Rustandi Jadi Kepala Daerah Terpopuler di Banten
FIGUR

Budi Rustandi Jadi Kepala Daerah Terpopuler di Banten

Februari 3, 2026
Usai Muscab V, SAPMA PP Kota Serang Siap Perkuat Sinergi dengan Forkopimda dan OKP
PENDIDIKAN

Usai Muscab V, SAPMA PP Kota Serang Siap Perkuat Sinergi dengan Forkopimda dan OKP

Februari 1, 2026
Warga Cikande Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Banten
HUKRIM

Warga Cikande Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Banten

Januari 25, 2026
Next Post
Ketua BAZNAS Cilegon Mundur Di Tengah Isu Korupsi 

Ketua BAZNAS Cilegon Mundur Di Tengah Isu Korupsi 

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh